Kesehatan Mental

Tak Disadari, Kebiasaan ini Ternyata Gejala ADHD

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Selasa, 19 Desember 2023
Tak Disadari, Kebiasaan ini Ternyata Gejala ADHD

Beberapa penelitian menunjukkan kurang dari 20% orang dewasa dengan ADHD menyadari bahwa mereka mengidapnya. (Foto: Freepik/Wayhomestudio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ATTENTION-deficit/hyperactivity disorder atau ADHD termasuk salah satu gangguan mental paling umum yang terjadi pada anak-anak dan remaja. Sejumlah usia dewasa juga mengalaminya.

Dikutip dari WebMD, diperkirakan bahwa ADHD pada usia dewasa mempengaruhi lebih dari 8 juta orang dewasa (atau hingga 5% orang Amerika).

Banyak dari mereka bahkan tidak mengetahuinya. Beberapa penelitian menunjukkan kurang dari 20% orang dewasa dengan ADHD menyadari bahwa mereka mengidapnya.

Banyak orang dewasa pengidap ADHD memiliki karier yang sukses. Namun di sisi lain, kondisi ini juga dapat menimbulkan tantangan dalam pekerjaan.

Meski gejalanya bervariasi, tapi orang dengan ADHD bisa memiliki ciri-ciri seperti impulsif, hiperaktif, dan kurang perhatian. Menurut Huffington Post, berikut diantaranya:

Baca juga:

Apa itu Tangisan Bahagia? Apa Dampak Positifnya?

Sulit bagi otak mereka para pengidap ADHD untuk tetap terstimulasi cukup lama dan benar-benar melakukan tugas seperti membaca email atau melihat dokumen. (Foto: Freepik/Wayhomestudio)

Sulit bagi otak mereka para pengidap ADHD untuk tetap terstimulasi cukup lama dan benar-benar melakukan tugas seperti membaca email atau melihat dokumen. (Foto: Freepik/Wayhomestudio)

1. Perfeksionis

Psikolog Dede O'Shea berpendapat ada tumpang tindih antara penderita ADHD dengan karyawan yang memiliki kecenderungan perfeksionis. ADHD memengaruhi bagian otak yang mengontrol cara seseorang mengarahkan perhatian. Pada penderita ADHD, fungsi kontrol tersebut tak berjalan dengan baik.

"Jadi mereka tidak bisa fokus pada apa yang harus diselesaikan. Itu terus terjadi bolak-balik di antara semua ide yang berbeda. Dan terkadang, perfeksionisme bisa muncul sebagai cara untuk mencoba mengatasinya," ujar O'Shea.

2. Menunda Pekerjaan

Kecenderungan untuk menunda sesuatu jadi salah satu gejala umum ADHD pada orang dewasa. Ini biasanya disebabkan oleh ketidakmampuan mereka dalam menyusun tugas secara tepat waktu. Pada karyawan dengan ADHD, ketidakmampuan memenuhi tenggat waktu sering kali disebabkan oleh rasa cemas.

3. Sering Telat

Orang dengan ADHD kesulitan untuk datang tepat waktu, baik untuk agenda rapat maupun bekerja. Banyak karyawan kerap terlambat, tapi penderita ADHD mengalami kondisi yang dikenal sebagai 'buta waktu'.

Kondisi tersebut membuat mereka sulit memperkirakan berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk tiba di suatu tempat.

"Misalnya, mereka seharusnya berada di tempat kerja pada jam 9 pagi. Jadi, yang mereka pikirkan hanya-lah jam 9 pagi. Dan di saat itu-lah biasanya mereka baru meninggalkan rumah, karena yang mereka pikirkan hanya jam 9 pagi," jelas O'Shea.

Baca juga:

Sangat Diperlukan Suami Jaga Psikologis Istri saat Hamil

Banyak karyawan yang kerap terlambat, tapi penderita ADHD mengalami kondisi yang dikenal sebagai 'buta waktu'. (Foto: Freepik/Master130)

Banyak karyawan yang kerap terlambat, tapi penderita ADHD mengalami kondisi yang dikenal sebagai 'buta waktu'. (Foto: Freepik/Master130)

4. Sering Stres

Bagian korteks prefrontal otak bertugas mengontrol perhatian dan respons emosional. Pada penderita ADHD, area tersebut kurang berkembang.

O'Shea mengemukakan, saat stres terjadi, karyawan dengan ADHD bisa memberikan respons yang luar biasa hingga tak mampu mengendalikan diri. "Beberapa orang merasa hampa atau beberapa lainnya meledak-ledak dan menjadi sangat emosional serta mudah tersinggung," jelasnya.

Dengan kata lain, karyawan dengan ADHD bisa memberikan respons berlebih. Saat ada tugas baru atau perubahan-perubahan tertentu yang memicu stres terkait pekerjaan, itu akan terjadi tiba-tiba.

5. Salah Kirim E-mail

Fungsi otak salah satunya membantu seseorang tetap terorganisir. Pada penderita ADHD, fungsi tersebut bisa terganggu. Kondisi ini membuat mereka kesulitan mendapatkan fokus dan memiliki kecenderungan untuk melakukan segalanya dengan terburu-buru.

"Sulit bagi otak mereka para pengidap ADHD untuk tetap terstimulasi cukup lama dan benar-benar melakukan tugas seperti membaca e-mail atau melihat dokumen," ungkap O'Shea.

6. Sering Brainstorming, tapi Susah Praktek

Pada dasarnya, orang dengan ADHD adalah pribadi yang kreatif. Mereka mampu memecahkan masalah dengan cara-cara yang kreatif.

"Di tempat kerja, orang dengan ADHD dikenal sebagai pemikir kreatif yang hebat, sangat bersemangat. Mereka sosok orang yang benar-benar dibutuhkan dalam tim kerja," ujar O'Shea. Namun, gangguan pada fungsi eksekutif otak membuat mereka justru kesulitan dalam mewujudkan solusi kreatif tersebut.

Beberapa penelitian melihat bahwa obat stimulan yang digunakan untuk mengobati ADHD, seperti methylphenidate, dapat memperbaiki gejala ADHD. Namun, hal tersebut masih perlu penelitian lebih lanjut, karena obat stimulan ini, pada beberapa orang ADHD, hanya mengatasi PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) saja.
(dgs)

Baca juga:

Gembira dengan Meningkatkan Self-Esteem

#Kesehatan Mental
Bagikan

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.
Show More

Berita Terkait

ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
Promosi Film Horor "Aku Harus Mati" Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak dan Remaja P
Sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Promosi Film Horor
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Indonesia
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Kemenkes membuka layanan healing 119.id bagi warga yang mengalami stres, depresi atau memiliki keinginan bunuh diri.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Indonesia
Hasil Cek Kesehatan Gratis: 2 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Tercatat, ada sekitar 20 juta rakyat Indonesia didiagnosis mengalami gangguan kesehatan mental dari data pemeriksaan kesehatan jiwa gratis yang dilakukan.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
Hasil Cek Kesehatan Gratis: 2 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Bagikan