Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Parents, Pahami Penyebab hingga Pencegahan ADHD pada Anak

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 03 April 2024
Parents, Pahami Penyebab hingga Pencegahan ADHD pada Anak

ADHD adalah gangguan mental yang menyulitkan seseorang untuk fokus. (Foto: Pexels/Jonas Mohamadi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Parents, ketika anak sulit fokus disusul dengan perilaku impulsif dan hiperaktif, bisa jadi anak mengidap attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Kondisi ini bisa dialami semua kategori usia. Tapi umumnya ADHD yang terjadi di usia dewasa merupakan kondisi yang terbawa sejak anak-anak.

Laman Alodokter melansir, ADHD adalah istilah medis untuk gangguan mental berupa perilaku impulsif dan hiperaktif. Gejala ADHD membuat anak-anak kesulitan untuk memusatkan perhatian pada satu hal dalam satu waktu.

Baca juga:

Doodling Bantu Anak dengan ADHD Tetap Fokus

Kondisi ini penting untuk dipahami orangtua, karena ADHD masuk dalam kategori gangguan mental. Jika tidak ditangani dengan tepat, ADHD bisa menghambat prestasi anak saat di sekolah.

Penyebab ADHD pada anak

Meski belum diketahui pasti penyebab anak mengidap ADHD, penelitian menyebutkan kondisi ini terkait dengan faktor genetik, paparan neurotoksin saat kehamilan, hingga lingkungan. Selain itu, kondisi mental ini juga disebut dapat ditimbulkan karena ketidakseimbangan senyawa kimia (neurotransmitter) dalam otak.

Baca juga:

Waspada, Orang Dewasa Ternyata Juga Bisa Mengalami ADHD

Gejala ADHD pada anak

Selain yang sudah disebutkan sebelumnya, gejala ADHD umumnya terlihat saat anak tidak bisa diam dan mudah lupa akan hal yang ia lakukan. Anak yang mengidap ADHD juga bisa mengalami kesulitan belajar, misalnya susah membaca atau menulis.

Pada banyak kasus, gejala ADHD sudah mulai terlihat saat anak berusia 3 tahun. Jika tidak ditangani dengan tepat, ADHD pada anak bisa terbawa hingga dewasa. Ciri-ciri anak mengidap ADHD antara lain:

- Kesulitan untuk tenang dan memperhatikan

- Gelisah yang berlebihan

- Mempunyai masalah dengan pengendalian diri

Penyembuhan dan pencegahan ADHD

ADHD tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, tetapi penanganan tepat dapat meredakan gejala hingga membantu anak pengidap untuk menjalani hidup dengan normal. Psikoterapi jadi salah satu upaya terbaik yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan ADHD.

Begitu pula dengan pencegahannya, munculnya ADHD pada anak tidak dapat dicegah. Meski demikian, ADHD dapat dikurangi faktor penyebabnya saat anak dalam kandungan. Ibu hamil bisa mengurangi risiko ADHD pada anak dengan menghidari asap rokok, minuman beralkohol, dan narkotika. (*)

Baca juga:

Tak Disadari, Kebiasaan ini Ternyata Gejala ADHD

#Parenting #Kesehatan Mental
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
Promosi Film Horor "Aku Harus Mati" Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak dan Remaja P
Sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Promosi Film Horor
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Fun
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
MAKUKU perkenalkan popok comfort fit. Hadirkan teknologi SAP dan 360 Leak Protection, dirancang mendukung kebebasan gerak anak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Februari 2026
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Bagikan