Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Para Paslon Pilkada Diingatkan Jaga Mulut Hingga Hari Pencoblosan

Dwi Astarini - Selasa, 08 Oktober 2024

MERAHPUTIH.COM - ANALIS Komunikasi Politik Hendri Satrio melihat masih banyak swing voters nanti di Pilkada Jakarta 2024. Menurutnya, masih banyak warga Jakarta yang baru akan menentukan pilihan nanti pada saat hari tenang mau pun saat pencoblosan.

"Kalau dari hasil survei, masih banyak yang akan memilih di hari H sama kemudian di saat minggu tenang," kata Hendri kepada wartawan, Selasa (8/10).

Untuk itu, ia mengingatkan pentingnya para calon gubernur (cagub) dan wakil gubernur Jakarta menjaga ucapan dan lisan mereka hingga hari pencoblosan. Menurutnya, lisan merupakan salah satu faktor bagi warga Jakarta menentukan pilihannya. Selain itu, masih banyak masyarakat Jakarta yang mau melihat terlebih dahulu seperti apa karakter calon pemimpinnya.

"Pesan saya, jaga lisan karena beberapa kali pilkada Jakarta itu ada yang surveinya paling tinggi, tapi pas lisannya terpeleset kemudian jadi kalah," urainya.

Baca juga:

Pengamat Sebut Debat Pilkada Jakarta 2024 Jadi Momentum Paslon untuk Unjuk Gigi


Di sisi lain, Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI ini melihat para paslon Pilkada Jakarta 2024 sudah memaparkan program-program mereka secara realistis dalam debat perdana Pilkada Jakarta 2024. Menurutnya, pemaparan program itu akan membantu masyarakat Jakarta menentukan pilihan berdasarkan preferensi masing-masing.

"Saya lihat asyik-asyik. CCTV, job fair, balai rakyat, Rp 200 juta per RW, melawan agenda global supaya kita independen, itu realistis dan bagus. Apalagi semuanya disampaikan berdasarkan APBD, APBD-nya kan sudah ada," kata Hendri.

Namun, ia pun melihat para paslon belum benar-benar mengungkapkan akan seperti apa sebenarnya pembangunan Jakarta setelah tak lagi jadi ibu kota. Menurutnya, pemaparan arah pembangunan ini juga penting bagi masyarakat untuk mengetahui beberapa hal, salah satunya aset-aset negara yang nantinya akan menjadi kosong setelah semuanya berpindah ke IKN Nusantara.

"Tapi itu semua hal nanti lah, dan satu lagi saran saya jangan terlalu Gen-Z lah (program paslon), karena millenials dan baby boomers kan juga masih banyak di Jakarta," pungkasnya. (Asp)


Baca juga:

KPU Akui Banyak Kekurangan di Debat Pertama Pilkada Jakarta, Segera Evaluasi

Baca Artikel Asli