Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pandemi COVID-19 Harus Jadi Momentum Introspeksi dan Berbenah Diri

Angga Yudha Pratama - Rabu, 18 Agustus 2021

Merahputih.com - Situasi pandemi COVID-19 saat ini harusnya menjadi momentum untuk introspeksi dan berbenah diri. Masyarakat dan pemerintah harus memercayai bahwa kemandirian bangsa dapat dilaksanakan tanpa menggantungkan diri berlebih kepada pihak-pihak di luar Indonesia.

"Harus introspeksi diri dan percaya kita bisa bangkit melalui kebersamaan dan persatuan. Kita mampu,” kata Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo kepada Merahputih.com, Selasa (17/8).

Baca Juga:

Kapolri Sebut Perbedaan Jadi Hambatan Penanganan Pandemi COVID-19

Benny menjelaskan kebinekaan bangsa Indonesia sudah ada sejak dulu. "Kita harus harus sadari bahwa kita terdiri dari ribuan etis dan budaya bisa hidup damai,” ujar Benny yang juga rohaniwan Katolik ini.

Benny menambahkan persoalan bangsa saat ini adalah bagaimana caranya supaya sila kelima yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia bisa terwujud.

Budayawan yang akrab disapa Romo Benny ini juga menjelaskan ruang-ruang interaksi dan perjumpaan diperlukan untuk membangun kembali budaya musyawarah mufakat.

Staf Khusus BPIB Romo Benny. ANTARA/Naim
Staf Khusus BPIB Romo Benny. ANTARA/Naim

Ruang publik harus diisi dengan hal positif dalam pembangunan persatuan bangsa Indonesia. Contohnya, adalah permainan tradisional dibangun dan dilestarikan kembali.

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti menjelaskan kebinekaan dapat membuat Indonesia bertahan tanpa meninggalkan identitas sebagai bangsa yang memiliki budaya yang tersebar.

Baca Juga:

KPU Diminta Siapkan Skenario Jika 2024 Pandemi COVID-19 Belum Berakhir

“Kita bisa menjadi negara yang bersatu dan berdaulat karena perbedaan yang ada tidak dinegasikan," jelas Abdul Mu’ti.

Abdul menambahkan masyarakat harus kembali menumbuhkan kesadaran terhadap sejarah bahwa Indonesia terbentuk kesadaran pendiri bangsa. Serta mengakui, merawat, dan memperkuat keragaman yang ada dalam bentuk yang konstruktif. (Knu)

Baca Artikel Asli