Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pandemi Corona, MUI Ajak Umat Islam Selalu Berzikir dan Perbanyak Baca Alquran

Zulfikar Sy - Kamis, 16 April 2020

MerahPutih.com - Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak umat Islam menjadikan Ramadan tahun ini sebagai momentum meningkatkan keimanan, ketaqwaan, keikhlasan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Secara khusyuk berzikir, bermunajat, memperbanyak membaca Alquran dan berdoa kepada Allah Azza wa Jalla agar pendemik COVID-19 dan wabah lainnya segera diangkat.

Baca Juga:

Anies Apresiasi PMI Sigap Lakukan Sterilisasi Jakarta dengan Disinfektan

"Dan dihilangkan dari negara tercinta Indonesia dan negara-negara lain,” imbuh bunyi tausiah yang ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum MUI KH Zainut Tauhid Saadi dan Sekjen MUI KH Anwar Abbas dalam keterangannya yang dikutip, Rabu (15/4).

MUI mengajak umat Islam untuk tetap mematuhi protokol kesehatan sehingga bisa memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Apabila di suatu kawasan oleh instansi yang berwenang ditetapkan sebagai daerah yang rawan penyebaran COVID-19, maka umat Islam agar tidak melaksanakan ibadah yang melibatkan berkumpulnya orang banyak.

Seperti salat Jumat, jamaah rawatib atau salat lima waktu, salat tarawih dan Ied di masjid atau tempat umum lainnya, serta pengajian umum atau tabligh akbar.

“Ibadah tersebut dapat dilaksanakan di kediaman masing-masing dengan tanpa mengurangi kekhusukan dan keikhlasan. Terkait pengajian umum atau tabligh akbar bisa dilakukan secara online,” kata Zainut.

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi. (Antaranews)
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi. (Antaranews)

Selanjutnya, MUI mengimbau umat Islam lebih meningatkan amal salih, salah satunya dengan membantu fakir-miskin dan dhu’afa, terutama di daerah sekitar ia tinggal, melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah.

Khusus terkait zakat, dapat ditunaikan lebih cepat dari waktunya atau ta’jil az-zakat dengan ketentuan: untuk zakat fitrah dapat dibayarkan di awal Ramadan tanpa menunggu malam Idulfitri atau lailatul ied.

Sedangkan zakat mal apabila telah mencapai nishab dapat dibayarkan lebih cepat tanpa menunggu genap satu tahun (hawalanil haul).

MUI juga mengajak umat Islam untuk meningkatkan solidaritas dan saling membantu antar sesama manusia, khususnya di antara tetangga di suatu kawasan. Baik dalam hal menjaga kesehatan bersama dan memitigasi penyebaran COVID-19.

"Saling menjaga ketertiban dan keamanan, serta saling menanggung dan membantu kebutuhan at-takaful wat-ta’awun,” ungkap Zainut.

MUI juga menyerukan agar pemerintah membatasi secara ketat pergerakan masyarakat yang akan melaksanakan mudik ke daerah lain.

Baca Juga:

Beberapa Kementerian Dianggap Belum Konsisten Tanggulangi COVID-19

Hal tersebut karena kondisi daerah perkotaan umumnya tinggi penyebaran COVID-19, sehingga apabila masyarakatnya mudik ke daerah lain sangat berisiko menjadi mata rantai penyebaran COVID-19 ke daerah tujuan mudik.

“Kepada umat Islam agar tidak melakukan mudik ke daerah lain dan silaturahim Lebaran dilakukan secara online,” imbau Zainut.

MUI pun mendorong para pengelola media massa, khususnya TV dan radio, agar mempersiapkan berbagai acara siaran Ramadan yang sejalan dengan nilai-nilai al-akhlaq al-karimah dan semangat gotong royong, saling membantu dan berlomba dalam kebaikan.

"Sehingga tercipta di tengah masyarakat religiusitas dan kebersamaan untuk menghadapi dampak terjadinya pendemi COVID-19," tutup pria yang juga Wamenag ini. (Knu)

Baca Juga:

Ditlantas Polda Metro Keluarkan Surat Tilang PSBB, SIM dan STNK Pelanggar Bakal Ditarik?

Baca Artikel Asli