Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Nyanyian Duka dan Panggilan Solidaritas

Zulfikar Sy - Kamis, 21 Januari 2021

DI awal tahun ini, Indonesia berduka. Duka yang mendalam. Dimulai dari peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya tujuan Jakarta - Pontianak, gempa bumi di Mamuju, Sulawesi Barat, banjir besar di Kalimantan Selatan dan sejumlah wilayah lain, erupsi Gunung Merapi, tanah longsor di Sumedang, hingga meletusnya Gunung Semeru yang menyemburkan awan panas, pekat, hitam, dan menyala.

Dalam Alquran, sebuah ayat berbunyi "Walanabluwannakum bisyain minal kawfi waljuu, wamanqsin minal amwaali wal anfusi wats tsamaraat. Wabassyiris shaabiriiin. Alladziina idzaa ashaabathum mushiibah, qaaluu innaalillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun".

Sungguh kami akan menguji kalian dengan rasa takut dan rasa lapar, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Maka berikanlah kabar gembira bagi mereka yang bersabar. Mereka adalah orang-orang yang jika tertimpa musibah, seraya mengucap istirja, innaalillah wa innaa ilaihi raaji'uuun.

Baca Juga:

Gaji Anggota DPR dari Gerindra Bakal Dipotong untuk Bantu Korban Bencana Alam

Kami dari gerakan nasional bagigaji.id, menghaturkan empati dan duka yang mendalam. Kami juga membentuk satgas peduli bencana dan mendistribusikan segala bentuk bantuan dengan segera.

Kemarin, kami menyerahkan sejumlah bantuan dari para donor kepada korban bencana banjir di Kalimantan Selatan dan korban gempa di Mamuju, Sulawesi Barat.

Di lapangan, para relawan bercerita tentang sulitnya akses menuju titik terparah banjir. Tingginya kedalaman air dan derasnya arus, serta terbatasnya fasilitas seperti perahu karet menjadi hambatan untuk menjangkau titik-titik terparah dan terdalam.

Akses lumpuh, kota 90 persen terendam air, jembatan jembatan penghubung putus, dan rumah-rumah yang terbuat dari kayu hanyut ditelan banjir bandang. Ibu-ibu dan anak-anak kedinginan, kelaparan, gatal, demam, dan tak sedikit yang akhirnya tutup usia.

Namun dengan tekad yang besar untuk membantu korban, semangat yang kokoh dari para relawan, akhirnya proses evakuasi korban dan distribusi logistik bisa dilakukan secara perlahan-lahan.

Ilustrasi. (Foto: MP/Pixabay/truthseeker08)
Ilustrasi. (Foto: MP/Pixabay/truthseeker08)

Pada malam hari, seluruh kota gelap gulita karena listrik harus dimatikan. Masyarakat semakin shock dan trauma. Tak pernah seumur-umur banjir sebesar ini. Rumah-rumah hancur, demikian pula kendaraan, toko-toko, dan perkantoran.

Di Mamuju, per kemarin, sudah 45 nyawa melayang akibat gempa bumi. Tak sedikit masyarakat berlarian ke atas gunung karena mendapat kabar tentang potensi tsunami. Allahu akbar, Allahu akbar.

Kepada semua pihak, mari kita jawab panggilan ini. Panggilan solidaritas. Kita satu bangsa, satu tubuh, dan satu kesatuan. Jika yang satu sakit dan kesulitan, maka kita pula merasakan sakitnya. Derita mereka adalah derita kita semua.

Lebih-lebih, ini semua terjadi di saat kita semua tengah berjuang dalam perlawanan kolektif terhadap wabah pandemi. Ini tahun yang berat, yang fardhu 'ain harus kita lewati dengan semangat saling membantu, saling menopang dan menguatkan, soliditas, solidaritas, dan kebersamaan.

Baca Juga:

Bantu Korban Bencana, PKS Instruksikan Anggota Dewan Potong Gaji

Mungkin selama ini kita congkak, angkuh, dan merasa bisa berdiri sendiri tanpa bahu-bahu lain yang saling menguatkan. Kita sombong sehingga lupa bahwa ada sistem ekologis yang harus kita jaga. Kita serakah, sehingga lupa menjaga air kita, tanah kita, hutan hutan, dan pepohonan kita.

Kita bercita-cita jadi negara maju tapi buang sampah masih sembarangan. Boros air, boros listrik, boros penggunaan plastik, dan sebagainya. Mengutip penyanyi legendaris Ebiet G Ade:

"Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita, yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa. Atau alam mulai enggan melihat tingkah kita, coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang". (*)

Khairi Fuady. (Foto: MP/Istimewa)
Khairi Fuady. (Foto: MP/Istimewa)

Tulisan ini dibuat Khairi Fuady, Koordinator Nasional Gerakan Bagigaji.id.

Baca Juga:

Sederet Bencana Alam Terjadi di Indonesia, Pemerintah Fokus Tanggap Darurat

Baca Artikel Asli