Nyanyian Duka dan Panggilan Solidaritas

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 21 Januari 2021
Nyanyian Duka dan Panggilan Solidaritas

Ilustrasi. (Foto: MP/Pixabay/graphisland)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DI awal tahun ini, Indonesia berduka. Duka yang mendalam. Dimulai dari peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya tujuan Jakarta - Pontianak, gempa bumi di Mamuju, Sulawesi Barat, banjir besar di Kalimantan Selatan dan sejumlah wilayah lain, erupsi Gunung Merapi, tanah longsor di Sumedang, hingga meletusnya Gunung Semeru yang menyemburkan awan panas, pekat, hitam, dan menyala.

Dalam Alquran, sebuah ayat berbunyi "Walanabluwannakum bisyain minal kawfi waljuu, wamanqsin minal amwaali wal anfusi wats tsamaraat. Wabassyiris shaabiriiin. Alladziina idzaa ashaabathum mushiibah, qaaluu innaalillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun".

Sungguh kami akan menguji kalian dengan rasa takut dan rasa lapar, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Maka berikanlah kabar gembira bagi mereka yang bersabar. Mereka adalah orang-orang yang jika tertimpa musibah, seraya mengucap istirja, innaalillah wa innaa ilaihi raaji'uuun.

Baca Juga:

Gaji Anggota DPR dari Gerindra Bakal Dipotong untuk Bantu Korban Bencana Alam

Kami dari gerakan nasional bagigaji.id, menghaturkan empati dan duka yang mendalam. Kami juga membentuk satgas peduli bencana dan mendistribusikan segala bentuk bantuan dengan segera.

Kemarin, kami menyerahkan sejumlah bantuan dari para donor kepada korban bencana banjir di Kalimantan Selatan dan korban gempa di Mamuju, Sulawesi Barat.

Di lapangan, para relawan bercerita tentang sulitnya akses menuju titik terparah banjir. Tingginya kedalaman air dan derasnya arus, serta terbatasnya fasilitas seperti perahu karet menjadi hambatan untuk menjangkau titik-titik terparah dan terdalam.

Akses lumpuh, kota 90 persen terendam air, jembatan jembatan penghubung putus, dan rumah-rumah yang terbuat dari kayu hanyut ditelan banjir bandang. Ibu-ibu dan anak-anak kedinginan, kelaparan, gatal, demam, dan tak sedikit yang akhirnya tutup usia.

Namun dengan tekad yang besar untuk membantu korban, semangat yang kokoh dari para relawan, akhirnya proses evakuasi korban dan distribusi logistik bisa dilakukan secara perlahan-lahan.

Ilustrasi. (Foto: MP/Pixabay/truthseeker08)
Ilustrasi. (Foto: MP/Pixabay/truthseeker08)

Pada malam hari, seluruh kota gelap gulita karena listrik harus dimatikan. Masyarakat semakin shock dan trauma. Tak pernah seumur-umur banjir sebesar ini. Rumah-rumah hancur, demikian pula kendaraan, toko-toko, dan perkantoran.

Di Mamuju, per kemarin, sudah 45 nyawa melayang akibat gempa bumi. Tak sedikit masyarakat berlarian ke atas gunung karena mendapat kabar tentang potensi tsunami. Allahu akbar, Allahu akbar.

Kepada semua pihak, mari kita jawab panggilan ini. Panggilan solidaritas. Kita satu bangsa, satu tubuh, dan satu kesatuan. Jika yang satu sakit dan kesulitan, maka kita pula merasakan sakitnya. Derita mereka adalah derita kita semua.

Lebih-lebih, ini semua terjadi di saat kita semua tengah berjuang dalam perlawanan kolektif terhadap wabah pandemi. Ini tahun yang berat, yang fardhu 'ain harus kita lewati dengan semangat saling membantu, saling menopang dan menguatkan, soliditas, solidaritas, dan kebersamaan.

Baca Juga:

Bantu Korban Bencana, PKS Instruksikan Anggota Dewan Potong Gaji

Mungkin selama ini kita congkak, angkuh, dan merasa bisa berdiri sendiri tanpa bahu-bahu lain yang saling menguatkan. Kita sombong sehingga lupa bahwa ada sistem ekologis yang harus kita jaga. Kita serakah, sehingga lupa menjaga air kita, tanah kita, hutan hutan, dan pepohonan kita.

Kita bercita-cita jadi negara maju tapi buang sampah masih sembarangan. Boros air, boros listrik, boros penggunaan plastik, dan sebagainya. Mengutip penyanyi legendaris Ebiet G Ade:

"Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita, yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa. Atau alam mulai enggan melihat tingkah kita, coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang". (*)

Khairi Fuady. (Foto: MP/Istimewa)
Khairi Fuady. (Foto: MP/Istimewa)

Tulisan ini dibuat Khairi Fuady, Koordinator Nasional Gerakan Bagigaji.id.

Baca Juga:

Sederet Bencana Alam Terjadi di Indonesia, Pemerintah Fokus Tanggap Darurat

#Bencana Alam #Bencana Nasional
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jeritan Nurani Tokoh Bangsa! Gus Mus, Romo Magnis hingga Istri Gus Dur Desak Prabowo Tetapkan Karhutla Bencana Nasional
Gerakan Nurani Bangsa desak Presiden Prabowo tetapkan Karhutla Bencana Nasional. Simak tuntutan penegakan hukum dan bantuan medis bagi korban asap!
Wisnu Cipto - Rabu, 14 Oktober 2026
Jeritan Nurani Tokoh Bangsa! Gus Mus, Romo Magnis hingga Istri Gus Dur Desak Prabowo Tetapkan Karhutla Bencana Nasional
Indonesia
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Kementerian PU merampungkan tanggul darurat 200 meter di Padang setelah banjir bandang merendam 120 rumah. Simak rencana normalisasi sungai dan pembangunan check dam.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Dunia
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Air bah yang dahsyat menerjang lembah dan menyapu seluruh kompleks bangunan.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Indonesia
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Saat ini, petugas gabungan dari BPBD, Dinas Damkarmat serta Satgas SAR masih berada di lapangan untuk melakukan observasi, pendataan kerugian materiil, serta membantu proses evakuasi warga terdampak.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Indonesia
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Rumah sakit hingga sekolah terdampak bencana Sumatra kini sudah kembali beroperasi. Hal itu diungkapkan Ketua PRR Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Dunia
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Sejauh ini, tim penyelamat telah menemukan setidaknya 1.455 jenazah, tetapi 5.285 orang lainnya masih dinyatakan hilang, termasuk ratusan warga negara asing.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Indonesia
2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Tim petugas gabungan termasuk dari BPBD Pekalongan saat ini sedang melakukan kaji cepat terhadap dampak dari longsor ini.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
 2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Dunia
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Ratusan pendaki di Jalur Annapurna, yang sangat krusial bagi perekonomian Nepal, harus menghentikan pendakian lebih awal untuk menyelamatkan diri.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Indonesia
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Solok. Satu korban ditemukan meninggal dunia, tim SAR masih mencari korban hilang lainnya.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Indonesia
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Akses jalan Solok-Padang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, putus sementara akibat tertutup material banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada Senin (21/9) malam.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Bagikan