Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Jadi Mata Uang Terbaik Se-Asia Pekan Ini

Angga Yudha Pratama - Senin, 15 Juni 2026

Merahputih - Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, memproyeksikan penguatan nilai tukar rupiah masih berpotensi berlanjut ke kisaran Rp17.500 per dolar AS. Peningkatan kepercayaan pasar terhadap arah kebijakan fiskal dan moneter Indonesia menjadi motor penggerak utama.

“Saya memperkirakan rupiah masih berpotensi menguat menuju kisaran Rp17.500 per dolar AS pada pekan depan. Pasar mulai melihat bahwa otoritas ekonomi Indonesia bersedia mengambil langkah-langkah diperlukan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan memulihkan kepercayaan investor,”

Ujar Fakhrul.

Langkah Sakti Pemulihan Fiskal

Baca juga:

Rupiah Ngamuk Senin Pagi, Tendang Balik Dolar AS Sampai Keok ke Level 17 Ribuan

Fakhrul memperkirakan rupiah bergerak pada kisaran Rp17.450 hingga Rp17.650 per dolar AS dengan kecenderungan menguat.

Perbaikan ekspektasi terhadap kebijakan ekonomi Indonesia kini menopang penguatan mata uang domestik, bukan lagi semata-mata dorongan sentimen jangka pendek.

Tiga fondasi utama pendorong kekuatan baru rupiah berdasarkan analisis Fakhrul Fulvian:

“Pasar selama beberapa bulan terakhir menunggu bukti bahwa Indonesia bersedia melakukan normalisasi fiskal. Kini sinyal tersebut mulai terlihat. BI sudah bergerak melalui kenaikan suku bunga, sementara pemerintah mulai melakukan penyesuaian fiskal. Kombinasi inilah menjadi fondasi penguatan rupiah,” jelas Fakhrul.

Berkah Damai Geopolitik Global

Respons positif pasar menempatkan rupiah sebagai mata uang dengan penguatan terbesar kedua di Asia setelah won Korea Selatan pada pekan lalu. Konsistensi kebijakan normalisasi fiskal membuka peluang besar bagi rupiah menjadi salah satu mata uang berkinerja terbaik di kawasan regional pekan ini.

Baca juga:

IHSG dan Rupiah Menguat, Dasco: Kepercayaan ke Pemerintah Meningkat

Faktor eksternal berupa membaiknya hubungan Amerika Serikat dan Iran turut memberi tambahan momentum positif. Peluang tercapainya kesepakatan permanen kedua negara mampu menurunkan premi risiko global sekaligus meredam lonjakan harga energi dunia.

“Apabila proses perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran terus bergerak ke arah positif, maka momentum penguatan rupiah dapat menjadi semakin kuat. Risiko geopolitik menurun biasanya akan mendorong investor kembali masuk ke aset-aset emerging markets, termasuk Indonesia,” kata Fakhrul.

Baca Artikel Asli