MERAHPUTIH.COM — BADAN antariksa Amerika Serikat (NASA) merencanakan sebuah misi ke bulan untuk mendukung ekplorasi berkelanjutan. Eksplorasi ini akan menjadi pijakan penting dalam aktivitas manusia di bulan di waktu mendatang. Kini, NASA mempercepat pengembangan wahana untuk misi tersebut.
Wahana penjelajah (rover) Bulan ini, baik yang berawak maupun robotik, digunakan untuk mendukung inisiatif pangkalan bulan (moon base) yang telah direncanakan. Dalam pernyataan pada Selasa (20/10), NASA menyoroti upaya mengembangkan kemampuan monilitas permukaan yang diperlukan untuk eksplorasi pada masa mendatang serta keberlangsungan aktivitas manusia di bulan.
Wahana penjelajah NASA, Volatiles Investigating Polar Exploration Rover (VIPER), dijadwalkan untuk memulai misi ke wilayah kutub selatan bulan pada 2027 guna menelusuri kawah-kawah yang selalu berada dalam bayangan. Misi ini berupaya mencari air serta sumber daya lainnya yang berpotensi berharga dan mendukung eksplorasi bulan yang berkelanjutan.
VIPER akan dikirim ke permukaan bulan menggunakan wahana pendarat Blue Moon Mark 1 milik Blue Origin. Wahana tersebut diperkirakan akan menempuh jarak lebih dari 30 kilometer untuk mengumpulkan data mengenai suhu, kondisi pencahayaan, dan medan setempat.
Baca juga:
Rekor Gila! Misi SpaceX Crew-13 NASA Tembus ISS Cuma 7 Jam, Tercepat Sepanjang Sejarah AS
NASA menyatakan data tersebut dapat membantu para ilmuwan untuk lebih memahami asal-usul dan distribusi air di bulan, serta menilai bagaimana sumber daya bulan dapat dimanfaatkan untuk mendukung eksplorasi di masa depan.
Sementara itu, NASA telah memberikan perintah tugas kepada Astrolab dan Lunar Outpost untuk membangun fase pertama rover moon base yang mampu mengangkut awak, yang disebut sebagai kendaraan medan bulan (lunar terrain vehicles/LTV). Wahana ini dirancang untuk tiba di bulan sebelum misi Artemis berawak dilaksanakan.
Blue Origin telah ditugasi untuk mengirimkan rover ke kutub selatan bulan paling lambat 2028 melalui inisiatif Commercial Lunar Payload Services NASA. Dengan LTV, para astronaut dapat menjelajahi area-area yang beragam secara geologis di dekat kutub selatan bulan, mengumpulkan sampel, serta mengangkut peralatan. LTV juga dapat dioperasikan dari jarak jauh dari Bumi untuk memetakan permukaan bulan sebelum para astronaut tiba.
Menurut NASA, LTV dirancang untuk menempuh jarak hingga 10 kilometer dalam sekali pengisian daya baterai, mendukung hingga tiga aktivitas berjalan di bulan (moonwalk) untuk setiap misi Artemis. Kendaraan ini juga dirancang mampu membawa sampel bulan dan peralatan dengan berat hingga 80 kilogram.
"Wahana penjelajah bulan merupakan elemen sentral dalam strategi mobilitas permukaan kami," ujar Robert Pickle, selaku Director of Surface Mobility Office NASA dalam Program Moon Base.
Pickle menyebut kinerja wahana penjelajah bulan akan membantu meletakkan dasar bagi sistem mobilitas yang diperlukan untuk membangun, mengoperasikan, dan memperluas infrastruktur guna mendukung eksplorasi bulan dalam jangka panjang.(*)
Baca juga:
Hebat! Siswa SD Boyolali Dapat Surat Apresiasi dari NASA usai Temukan Bug Keamanan