Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Mulai Juni, 2 Bandara di Kepri Sudah Layani Penerbangan Internasional

Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 28 April 2022

MerahPutih.com - Menurunnya kasus COVID-19 di Tanah Air, dan berbagai kebijakan pelonggaran mobilitas, mulai dihilangkanya karantina, kewajiban tes PCR atau antigen bagi yang sudah divaksin, diyakini mendorong kedatangan internasional ke Indonesia.

Dua Bandara di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), akan melayani penerbangan internasional pada Juni 2022. Dua bandara tersebut, yaitu Bandara Hang Nadim Kota Batam dan Raja Haji Fisabilillah (RHF) di Kota Tanjungpinang.

Baca Juga:

Erick Thohir Prediksi Industri Penerbangan Pulih Delapan Bulan Lagi

"Layanan penerbangan Internasional tersebut nantinya akan langsung ke Bandara Hang Nadim atau Bandara RHF, sama seperti tahun-tahun sebelumnya yang menggunakan penerbangan charter atau sewaan," Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri Buralimar di Batam, Rabu (27/4).

Ia mengatakan, pihaknya menyerahkan mekanisme penerbangan kepada asosiasi yang mau mendatangkan penerbangan tersebut.

"Asosiasi itukan ada kerjasama dengan Korea, Taiwan atau Tiongkok, mereka yang mengadakan kerjasamanya dan kami hanya backup saja," katanya.

Ia menegaskan, sebelum pandemi, dua bandara ini melayani penerbangan langsung dari Jepang dan Korea. Diharapkan, dengan dibuka kembali penerbangan internasional, akan membangkitkan sektor pariwisata setelah dua tahun terdampak pandemi COVID-19.

"Dampaknya baik juga buat Provinsi Kepri, makanya kita sangat mendukung ," katanya menegaskan.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi menyebut, pembukaan layanan penerbangan Internasional, apabila keputusan orang asing bisa masuk ke Indonesia sudah tidak memberlakukan tes COVID-19 PCR/antigen.

"Kalau itu masih berlaku, saya kira Wisman masih enggan datang ke sini," kata Rudi yang juga Wali Kota Batam.

Petugas mengatur antrean sejumlah calon penumpang di Terminal 1A Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. ANTARA/Azmi Samsul Maarif
Petugas mengatur antrean sejumlah calon penumpang di Terminal 1A Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. ANTARA/Azmi Samsul Maarif

BP Batam sebelumnya sudah melakukan kerjasama pengelolaan bandara Hang Nadim dengan konsorsium PT Angkasa Pura I - PT Wijaya Karya (Wika) dan Incheon International Airport, Korea Selatan.

"Jadi walau tanpa diminta pun, mereka akan datang sendiri, karena dalam perjanjian dia harus menyiapkan penerbangan langsung dari luar negeri masuk ke Batam," katanya.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memperkirakan industri penerbangan di Indonesia akan pulih dalam kurun waktu 6 sampai dengan 8 bulan ke depan.

"Sekarang mulai normal di banyak negara, termasuk Indonesia yang mungkin 6-8 bulan lagi normal. Tentu penerbangan menjadi alternatif perjalanan dinas dan wisata," kata Erick Thohir.

Erick mengungkapkan, angka pemulihan bandara telah mencapai 88 persen, tersisa hanya 12 persen menuju keadaan normal. Peningkatan pemulihan ini dipengaruhi oleh faktor Lebaran, yang mana masyarakat mulai ramai melakukan perjalanan, baik untuk tujuan wisata, mudik, hingga ibadah umrah. (*)

Baca Juga:

Pelita Air Buka Penerbangan Reguler Jakarta ke Bali

Baca Artikel Asli