Mentan Sebut Kelapa Pandan Nunukan Jadi Andalan

Selasa, 24 Oktober 2017 - Noer Ardiansjah

MerahPutih.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta agar produksi kelapa pandan Kabupaten Nunukan, Kalimantan dapat dikemas secara baik sebagai komoditas andalan dengan nilai jual tinggi untuk diekspor ke Singapura dan Thailand.

Amran menjelaskan, wilayah yang berbatasan daratan dengan Malaysia tersebut memiliki potensi besar terutama jika mengandalkan kelapa pandan yang tidak dapat ditemukan di negara lain, bahkan cita rasanya melebihi kelapa yang ada di Singapura yang diimpor dari Vietnam.

"Tolong dikembangkan kelapa pandan ini karena tidak ada kelapa seperti ini. Kalau dikemas dengan cantik, jangan ada noda hitam di kelapanya," kata Menteri Amran di Nunukan, Kalimantan Utara, Senin (23/10).

Mentan menjelaskan, kelapa pandan di Nunukan dihargai Rp 5 ribu per buah. Namun, jika dikemas secara apik dengan standar komoditas ekspor, nilai jualnya akan meningkat hingga Rp 80 ribu per buah di Singapura.

Menurut dia, saat ini bahkan negara-negara di Eropa sedang menggalakkan hidup sehat melalui air kelapa yang dijual dalam bentuk botol. Namun, dia mengaku rasa kelapa pandan yang dihasilkan Nunukan jauh lebih baik dan tidak ditemukan di daerah lainnya.

"Coba kirim ke Jakarta pasti laku keras. Bulan lalu kami ke perbatasan Sumatera dan Jambi, kami datang tapi tidak menemukan kelapa seperti ini," katanya.

Karena itu, Amran mendorong agar pengusaha kelapa pandan di Nunukan maupun Kalimantan Utara secara umum bisa membangun jaringan untuk menggaet pengusaha dari Singapura dan Malaysia sebagai langkah awal ekspor komoditas dari wilayah perbatasan.

Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat Kabupaten Nunukan menanam pohon kelapa di setiap rumah, setidaknya lima pohon kelapa. (*)

Sumber: ANTARA

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan