Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Menko PMK Harap Perguruan Tinggi Bantu Sediakan Selter Pasien COVID-19

Zulfikar Sy - Jumat, 16 Juli 2021

MerahPutih.com - Perguruan tinggi (PT) diharapkan turut membantu pemerintah menyediakan selter untuk pasien COVID-19. Kampus lain diharapkan mencontoh langkah UGM yang telah menyulap Hotel UC UGM dan Wisma Kagama sebagai RS darurat selter COVID-19.

"UGM harus memelopori selter-selter semacam ini yang terkoordinasi di bawah rumah sakit di daerah lain," kata Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy berharap agar saat mengunjungi fasilitas selter di Hotel UC UGM Yogyakarta pada Jumat (16/07).

Hotel UC UGM dan Wisma Kagama disulap menjadi selter COVID-19 dan dapat menampung hingga 202 pasien. Selter yang diresmikan pada Rabu (14/7) lalu dikelola UGM berkoordinasi dengan Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM.

Baca Juga:

Jenguk Pasien COVID-19, Kapolri: Kalau Obat Habis Lapor Babinsa

Ia menambahkan, selter seperti yang telah disiapkan oleh UGM memiliki fungsi timbal balik, untuk menyeleksi pasien bergejala ringan sebelum dirujuk ke rumah sakit, sekaligus untuk menampung pasien observasi yang telah menerima penanganan di rumah sakit sebelum benar-benar dinyatakan sembuh.

"Semakin banyak selter akan semakin meringankan beban rumah sakit. Rumah sakit hendaknya menjadi tumpuan terakhir, bukan semua langsung dibawa ke rumah sakit," kata dia.

Muhadjir mengungkapkan, keberadaan selter ini diharapkan dapat berdampak positif pada upaya penanganan COVID-19 di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat mengunjungi Hotel University Club UGM yang dijadikan selter pasien COVID-19 di Yogyakarta, Jumat (16/7/2021). ANTARA/Luqman Hakim
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat mengunjungi Hotel University Club UGM yang dijadikan selter pasien COVID-19 di Yogyakarta, Jumat (16/7/2021). ANTARA/Luqman Hakim


Rektor UGM Panut Mulyono menerangkan, pasien COVID-19 yang menjalani isolasi akan dipantau oleh dokter dan perawat yang ditempatkan di selter tersebut.

“Mudah-mudahan dengan bersama-sama membuat inovasi kebijakan tindakan kita dapat membantu saudara-saudara kita yang mencari pelayanan rumah sakit. Terima kasih atas semua pihak atas kerja sama baik ini,” ucap Rektor.

Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSA UGM, Ade Febrina L memaparkan bahwa pasien yang akan dirawat di selter terlebih dahulu menerima pemeriksaan medis dengan datang ke rumah sakit ataupun melakukan konsultasi melalui telemedicine.

“Pasien harus sudah diperiksa, bisa di RSA atau melalui telemedicine yang bisa diakses secara daring,” ucapnya.

Keberadaan selter ini, terangnya, membantu rumah sakit yang saat ini memiliki keterbatasan dalam menyediakan fasilitas untuk merawat pasien, dan diharapkan dapat mengurangi kasus pasien yang meninggal dunia karena tidak sempat mendapat pertolongan di fasilitas kesehatan.

“Kita butuh sekali selter yang bisa menampung layanan pasien. Terima kasih UGM sudah benar-benar mengakomodir dengan dibukanya selter ini,” papar Ade.

Baca Juga:

Sidoarjo Bangun Posko Karantina COVID-19 di Tiap kelurahan

Ia menambahkan, selter ini dikelola dengan mengikuti skema pembiayaan yang telah ditentukan pemerintah. Biaya layanan kesehatan akan diklaim ke Dinas Kesehatan Sleman sehingga pasien tidak membayar biaya perawatan ke UGM.

Selain MIC dan Hotel UC, fasilitas UGM lainnya yang juga digunakan sebagai selter penanganan COVID-19 di antaranya Wisma KAGAMA, Asrama Mahasiswa Darmaputera, Wisma Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT), dan Wisma Wanagama Gunung Kidul.

Hingga saat ini, UGM telah membuka delapan fasilitas selter penanganan COVID-19 yang dapat menampung hingga 1.226 orang. (Teresa Ika/Yogykarta)

Baca Juga:

Polrestro Jakbar bakal Bagikan Obat Sitaan untuk Pasien COVID-19

Baca Artikel Asli