Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Menko Luhut Minta Masukan Guru Besar hingga BEM untuk Bantu Tangani COVID-19

Andika Pratama - Rabu, 04 Agustus 2021

MerahPutih.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengundang berbagai pihak untuk terus mendukung pemerintah dalam menangani pandemi COVID-19.

Pihak-pihak tersebut antara lain Forum Dewan Guru Besar Indonesia (FGDB), Ikatan Dokter Indonesia, Pengamat Ekonomi, hingga Perwakilan Himpunan Mahasiswa. Hal ini guna membahas upaya apa yang sudah dan akan dilakukan pemerintah dalam menangani COVID-19.

Baca Juga

Kasus Penimbunan Obat COVID-19, Dirut PT ASA Terancam Hukuman Penjara 5 Tahun

Luhut menyampaikan pertemuan ini sengaja diagendakan untuk memberikan informasi mengenai upaya pemerintah untuk mengendalikan pandemi dan tentu saja meminta masukan serta saran yang solutif.

“Peran mereka perlukan untuk membantu apa saja yang sudah dikerjakan pemerintah untuk mengendalikan pandemi," kata Menko Luhut dalam keterangan persnya, Rabu (4/8)

Luhut menyatakan pihaknya telah menyusun dan membuat formula pengendalian pandemi COVID-19 di Indonesia. Secara umum ada tiga aspek, yaitu mengurangi potensi penularan dengan menerapkan 3M dan 3T, kemudian mengurangi durasi kontak, dan melakukan vaksin.

Luhut juga menggelegar rapat koordinasi yang mengundang seluruh kepala daerah di Pulau Jawa dan Bali, Epidemolog, Ikatan Dokter Indonesia, Pengamat Ekonomi hingga perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai universitas di Jawa Bali.

Menko Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan dalam kunjungannya ke Rumah Oksigen di Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (29/7/2021). ANTARA/HO-Biro Komunikasi Kemenko Kemaritiman dan Investasi
Menko Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan dalam kunjungannya ke Rumah Oksigen di Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (29/7/2021). ANTARA/HO-Biro Komunikasi Kemenko Kemaritiman dan Investasi

Dalam kesempatan ini, Menko Luhut pun menjabarkan peta rencana atau road map pengendalian pandemi yang telah disusun dan ini kunci bagi semua pihak yang terlibat.

Dia menuturkan bahwa pembukaan aktivitas ekonomi akan tergantung kepada pencapaian vaksinasi, serta implementasi dari 3T dan 3M. Karena itu dia meminta agar Bulan Agustus harus dimanfaatkan untuk meningkatkan cakupan tiga aspek di atas.

"Semua laporan menggunakan bahasa yang sama agar kita bisa mengejar target dengan baik," sambungnya.

Sementara itu, Ekonom senior dari Universitas Indonesia, Faisal Basri juga memberikan masukan mengenai perlunya pemanfaatan dan keterlibatan mahasiswa bukan hanya Mahasiswa Kedokteran dan bidang medis saja.

"Namun juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa lainnya untuk membantu Pemerintah dalam melakukan program 3T misalnya menjadi tenaga input kasus tracing di lapangan,"jelas Faisal.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Leon Alvinda Putra dan juga Ketua PB Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI ) Raihan Ariatama menuturkan bahwa mahasiswa siap membantu dan mendukung langkah Pemerintah.

Selain itu, mereka juga memberikan masukan kepada Menko Luhut terkait upaya penanganan COVID-19 Jawa dan Bali. Ia menuturkan bahwa mahasiswa kedokteran yang saat ini memasuki tingkat akhir bisa dilibatkan atau diperbantukan menjadi tenaga kesehatan.

Dengan catatan keterlibatan mereka harus dijadikan atau diformulasikan menjadi sistem kredit semester (SKS) yang sudah diambil, serta bisa dikaitkan dengan program kampus merdeka sehingga jadi mereka tetap mendapatkan kredit dalam kuliah.

"Saya setuju sekali tujuan Kampus Merdeka ini dan akan segera menghubungi Menteri Nadiem untuk segera merealisasikan permintaan teman-teman mahasiswa ini, supaya pandrmi ini dapat diatasi bersama-sama," kata Alvon. (Knu)

Baca Juga

Lebih dari 10 Ribu Orang Ikut Vaksinasi COVID-19 di Mal Pondok Kelapa Town Square

Baca Artikel Asli