Menkes Bantah Pasien RSHS Bandung Meninggal karena Superflu, Minta Publik Jangan Panik

Selasa, 13 Januari 2026 - Wisnu Cipto

MerahPutihcom - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan kasus kematian pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung yang menjadi sorotan belakangan ini bukan karena superflu.

“Kenapa (pasien) yang Bandung ada yang meninggal? Ya ini yang Bandung meninggalnya karena punya penyakit lain, bukan karena flu,” kata Menkes dalam keterangan daring kepada media, dikutip Selasa (13/2).

Baca juga:

Ancaman Super Flu Intai Sekolah, DPR Minta Protokol Kesehatan Diterapkan Kembali

Fatality Rate Super Flu Rendah

Menurut Budi, superflu memang memiliki tingkat penularan tinggi. Namun, Menkes menegaskan virus tersebut bukan hal baru, berbeda dengan COVID-19 yang sempat mengguncang dunia enam tahun lalu.

“(Penyakit superflu) sudah lama, sudah tahunan beredar, sebenarnya asal badan kita sehat harusnya bisa diatasi oleh imun sistemnya kita sendiri ya,” tuturnya.

Baca juga:

62 Kasus Superflu Terdeteksi di Wilayah Indonesia, Peningkatan Terjadi Saat Peralihan Musim

Untuk itu, Menkes meminta masyarakat tetap tenang menyikapi lonjakan kasus superflu. Apalagi, lanjut dia, tingkat kematian akibat superflu terhitung sangat rendah.

“(Superflu) fatality ratenya rendah sekali ya, memang yang tinggi adalah penularannya," tandas orang nomor satu di Kemenkes itu.

Pasien Meninggal Akibat Kormobit

Sebelumnya, seorang pasien dengan gejala influenza A H3N2 subclade K atau superflu dirawat di RSHS dan dinyatakan meninggal. Total sepuluh pasien telah ditangani rumah sakit tersebut.

Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Re-emerging (Pinere) RSHS, dr Yovita Hartantri, menjelaskan pasien meninggal karena memiliki banyak penyakit bawaan.

“Ada stroke, ada gagal jantung dan terakhir karena ada infeksi dan ada gagal ginjal juga. Jadi apakah itu langsung disebabkan oleh virus? Kita tidak bisa menyatakan karena memang dia mungkin komorbid yang banyak,” jelas Yovita. (*)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan