Menkes Bantah Pasien RSHS Bandung Meninggal karena Superflu, Minta Publik Jangan Panik
Arsip - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan). (MP/Asropih)
MerahPutihcom - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan kasus kematian pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung yang menjadi sorotan belakangan ini bukan karena superflu.
“Kenapa (pasien) yang Bandung ada yang meninggal? Ya ini yang Bandung meninggalnya karena punya penyakit lain, bukan karena flu,” kata Menkes dalam keterangan daring kepada media, dikutip Selasa (13/2).
Baca juga:
Ancaman Super Flu Intai Sekolah, DPR Minta Protokol Kesehatan Diterapkan Kembali
Fatality Rate Super Flu Rendah
Menurut Budi, superflu memang memiliki tingkat penularan tinggi. Namun, Menkes menegaskan virus tersebut bukan hal baru, berbeda dengan COVID-19 yang sempat mengguncang dunia enam tahun lalu.
“(Penyakit superflu) sudah lama, sudah tahunan beredar, sebenarnya asal badan kita sehat harusnya bisa diatasi oleh imun sistemnya kita sendiri ya,” tuturnya.
Baca juga:
62 Kasus Superflu Terdeteksi di Wilayah Indonesia, Peningkatan Terjadi Saat Peralihan Musim
Untuk itu, Menkes meminta masyarakat tetap tenang menyikapi lonjakan kasus superflu. Apalagi, lanjut dia, tingkat kematian akibat superflu terhitung sangat rendah.
“(Superflu) fatality ratenya rendah sekali ya, memang yang tinggi adalah penularannya," tandas orang nomor satu di Kemenkes itu.
Pasien Meninggal Akibat Kormobit
Sebelumnya, seorang pasien dengan gejala influenza A H3N2 subclade K atau superflu dirawat di RSHS dan dinyatakan meninggal. Total sepuluh pasien telah ditangani rumah sakit tersebut.
Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Re-emerging (Pinere) RSHS, dr Yovita Hartantri, menjelaskan pasien meninggal karena memiliki banyak penyakit bawaan.
“Ada stroke, ada gagal jantung dan terakhir karena ada infeksi dan ada gagal ginjal juga. Jadi apakah itu langsung disebabkan oleh virus? Kita tidak bisa menyatakan karena memang dia mungkin komorbid yang banyak,” jelas Yovita. (*)
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
Menkes Bantah Pasien RSHS Bandung Meninggal karena Superflu, Minta Publik Jangan Panik
Ancaman Super Flu Intai Sekolah, DPR Minta Protokol Kesehatan Diterapkan Kembali
[HOAKS atau FAKTA]: Penularan Virus Super Flu Dinilai Lebih Cepat dan Berbahaya dari COVID-19
DPR Dorong Vaksinasi Influenza Siswa Cegah Superflu, Sekolah Diharap Terapkan Protokol Kesehatan
DKI Jakarta Masih Aman dari Super Flu, Vaksinasi Influenza Disiapkan
Varian Super Flu Mengintai Anak dan Lansia, Pemerintah Diminta Siapkan Puskesmas, Bukan Narasi
62 Kasus Superflu Terdeteksi di Wilayah Indonesia, Peningkatan Terjadi Saat Peralihan Musim
Dinkes DKI Jakarta Minta Warga Tak Panik Terkait Virus Super Flu, Tapi Tetap Waspada
Menu Makanan Penangkis Flu Musim Hujan Rekomendasi Dietisien RSCM
Melihat Penyuntikan Vaksinasi Influenza Flubio untuk Cegah Super flu bagi Warga di Jakarta