Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Masuk Barak, Anak Bandel di Jawa Barat Digembleng Latihan Militer Baris Berbaris sampai Doktrin Bela Negara

Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Mei 2025

MerahPutih.com - Program pendidikan bagi murid-murid sekolah di Jawa Barat yang masuk dalam kategori nakal ke barak menuai polemik. TNI AD pun angkat suara terkait materi pendidikan apa saja yang diberikan kepada para siswa itu.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen Wahyu Yudhayana, mengatakan terdapat dua lokasi yang dijadikan sebagai barak tempat dilakukannya pendidikan bagi para siswa bandel.

“Yaitu di Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi, Bandung dan di Markas Resimen Artileri Medan (Menarmed) 1 Kostrad di Purwakarta,” kata Wahyu kepada wartawan dikutip Sabtu (3/5).

Nama program tersebut adalah Pendidikan Karakter, Disiplin, dan Bela Negara Kekhususan. Wahyu merinci untuk yang menjalani pendidikan di Rindam III/Siliwangi sejumlah 80 orang siswa. Sedangkan, yang menjalani pendidikan di Resimen Armed 1 Purwakarta sejumlah 40 orang siswa.

“Tenaga pendidik berasal dari unsur TNI AD, Polri, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Lembaga Perlindungan Anak (LPA), serta tenaga pendidik sesuai bidang masing-masing,” ujar Wahyu.

Baca juga:

Pramono Tak Akan Ikut Kebijakan Dedi Mulyadi Kirim Siswa Bermasalah ke Barak Militer

Menurut Wahyu, tujuan dari pendidikan karakter ini adalah untuk membina generasi bangsa dari tingkat SMP dan SMA atau sederajat dengan permasalahan kepribadian maupun perilaku menyimpang, bukan tindak pidana.

Para siswa tersebut ditempatkan di barak TNI untuk mengembalikan dan membentuk kembali karakter para siswa agar berada pada koridor yang benar.

“Waktu pelaksanaan pendidikan karakter ini akan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan target yang ingin dicapai sesuai klasifikasinya,” ungkap Wahyu.

Pendidikan pembentukan karakter dan kedisiplinan ini, kata Wahyu, bukan merupakan bentuk pendidikan militer atau pendidikan militer, meskipun dilaksanakan di lingkungan asrama militer.

Program ini dipastikan lebih mengedepankan pendekatan secara personal maupun kelompok melalui bimbingan dan pengasuhan (Bimsuh).

Baca juga:

Rencana Dedi Mulyadi Memasukkan ‘Siswa Nakal’ ke Barak Cederai Semangat Demokrasi dan Bertentangan dengan Nilai HAM

Menurut Wahyu, materi pendidikan yang diberikan adalah bersifat umum dan dilakukan di lingkungan sekolah.

Seperti belajar di kelas secara normal, bimbingan dan penyuluhan atau bimbingan konseling, latihan baris berbaris, kedisiplinan, motivasi, penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, penyuluhan bahaya narkoba, bahkan materi permainan kelompok (games), serta outbond.

Sedangkan, fasilitas yang digunakan sebagaimana tersedia di markas militer, berupa barak-barak prajurit di luar peruntukan aktivitas militer, serta fasilitas pendukung lainnya.

Wahyu mengatakan program itu ditargetkan untuk mengembalikan dan membentuk kembali karakter para siswa agar berada pada koridor yang benar.

“Juga dapat menyadarkan generasi muda untuk mendukung program-program pemerintah bagi kesejahteraan masyarakat,” jelas Wahyu.

Baca juga:

Rencana Dedi Mulyadi Memasukkan Anak Bandel ke Barak Tuai Kecaman, Imparsial: Ini Bentuk Inferioritas Sipil

Sekedar informasi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan saat ini ada 69 siswa terlibat kenakalan yang mengikuti program pembinaan di barak militer.

Rinciannya 39 siswa SMP di Kabupaten Purwakarta dan 30 siswa SMP dan SMA di Kota Bandung.

Dedi mengklaim para pelajar yang ikut pembinaan di barak ini senang. Menurutnya, semua kebutuhan para siswa tetap terpenuhi selama pembinaan.

Dedi mengatakan para pelajar yang ikut dalam program ini merupakan pelajar tingkat SMP dan SMA. Ia menyebut waktu pembinaan tergantung dari masing-masing siswa. (Knu)

Baca Artikel Asli