Masuk Barak, Anak Bandel di Jawa Barat Digembleng Latihan Militer Baris Berbaris sampai Doktrin Bela Negara

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Mei 2025
Masuk Barak, Anak Bandel di Jawa Barat Digembleng Latihan Militer Baris Berbaris sampai Doktrin Bela Negara

Kadispenad Brigjen Wahyu Yudhayana. (Foto: Dispenad)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Program pendidikan bagi murid-murid sekolah di Jawa Barat yang masuk dalam kategori nakal ke barak menuai polemik. TNI AD pun angkat suara terkait materi pendidikan apa saja yang diberikan kepada para siswa itu.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen Wahyu Yudhayana, mengatakan terdapat dua lokasi yang dijadikan sebagai barak tempat dilakukannya pendidikan bagi para siswa bandel.

“Yaitu di Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi, Bandung dan di Markas Resimen Artileri Medan (Menarmed) 1 Kostrad di Purwakarta,” kata Wahyu kepada wartawan dikutip Sabtu (3/5).

Nama program tersebut adalah Pendidikan Karakter, Disiplin, dan Bela Negara Kekhususan. Wahyu merinci untuk yang menjalani pendidikan di Rindam III/Siliwangi sejumlah 80 orang siswa. Sedangkan, yang menjalani pendidikan di Resimen Armed 1 Purwakarta sejumlah 40 orang siswa.

“Tenaga pendidik berasal dari unsur TNI AD, Polri, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Lembaga Perlindungan Anak (LPA), serta tenaga pendidik sesuai bidang masing-masing,” ujar Wahyu.

Baca juga:

Pramono Tak Akan Ikut Kebijakan Dedi Mulyadi Kirim Siswa Bermasalah ke Barak Militer

Menurut Wahyu, tujuan dari pendidikan karakter ini adalah untuk membina generasi bangsa dari tingkat SMP dan SMA atau sederajat dengan permasalahan kepribadian maupun perilaku menyimpang, bukan tindak pidana.

Para siswa tersebut ditempatkan di barak TNI untuk mengembalikan dan membentuk kembali karakter para siswa agar berada pada koridor yang benar.

“Waktu pelaksanaan pendidikan karakter ini akan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan target yang ingin dicapai sesuai klasifikasinya,” ungkap Wahyu.

Pendidikan pembentukan karakter dan kedisiplinan ini, kata Wahyu, bukan merupakan bentuk pendidikan militer atau pendidikan militer, meskipun dilaksanakan di lingkungan asrama militer.

Program ini dipastikan lebih mengedepankan pendekatan secara personal maupun kelompok melalui bimbingan dan pengasuhan (Bimsuh).

Baca juga:

Rencana Dedi Mulyadi Memasukkan ‘Siswa Nakal’ ke Barak Cederai Semangat Demokrasi dan Bertentangan dengan Nilai HAM

Menurut Wahyu, materi pendidikan yang diberikan adalah bersifat umum dan dilakukan di lingkungan sekolah.

Seperti belajar di kelas secara normal, bimbingan dan penyuluhan atau bimbingan konseling, latihan baris berbaris, kedisiplinan, motivasi, penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, penyuluhan bahaya narkoba, bahkan materi permainan kelompok (games), serta outbond.

Sedangkan, fasilitas yang digunakan sebagaimana tersedia di markas militer, berupa barak-barak prajurit di luar peruntukan aktivitas militer, serta fasilitas pendukung lainnya.

Wahyu mengatakan program itu ditargetkan untuk mengembalikan dan membentuk kembali karakter para siswa agar berada pada koridor yang benar.

“Juga dapat menyadarkan generasi muda untuk mendukung program-program pemerintah bagi kesejahteraan masyarakat,” jelas Wahyu.

Baca juga:

Rencana Dedi Mulyadi Memasukkan Anak Bandel ke Barak Tuai Kecaman, Imparsial: Ini Bentuk Inferioritas Sipil

Sekedar informasi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan saat ini ada 69 siswa terlibat kenakalan yang mengikuti program pembinaan di barak militer.

Rinciannya 39 siswa SMP di Kabupaten Purwakarta dan 30 siswa SMP dan SMA di Kota Bandung.

Dedi mengklaim para pelajar yang ikut pembinaan di barak ini senang. Menurutnya, semua kebutuhan para siswa tetap terpenuhi selama pembinaan.

Dedi mengatakan para pelajar yang ikut dalam program ini merupakan pelajar tingkat SMP dan SMA. Ia menyebut waktu pembinaan tergantung dari masing-masing siswa. (Knu)

#Militer #Jawa Barat #Anak Sekolah #TNI AD #Gubernur Jawa Barat #Dedi Mulyadi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Alasan TNI AD Tambah Kodam di 6 Provinsi
Keberadaan kodam-kodam baru ini juga diharapkan dapat lebih mempermudah TNI AD mengirim bantuan kepada warga jika terjadi bencana.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
Alasan TNI AD Tambah Kodam di 6 Provinsi
Berita Foto
Kemarau Panjang, Danau Cinere Berubah Menjadi Hamparan Tanah Kering
Anak-anak berjalan di antara tanah yang retak akibat mengeringnya Danau Cinere di Depok, Jawa Barat, Selasa (23/9/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 23 September 2026
Kemarau Panjang, Danau Cinere Berubah Menjadi Hamparan Tanah Kering
Indonesia
Bukan Cuma PJJ, Program MBG di 6 Wilayah Jabar Ikut Dihentikan Sementara
Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada kegiatan sekolah di Jawa Barat. PJJ diterapkan di enam wilayah dan program MBG dihentikan sementara.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
Bukan Cuma PJJ, Program MBG di 6 Wilayah Jabar Ikut Dihentikan Sementara
Indonesia
Jembatan Gantung Pangandaran Buatan Kodim Putus Saat Peresmian, TNI AD: Batas Kapasitas Diabaikan
TNI AD pastikan struktur utama Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran utuh, kini jembatan ditutup untuk perbaikan.
Wisnu Cipto - Senin, 31 Agustus 2026
Jembatan Gantung Pangandaran Buatan Kodim Putus Saat Peresmian, TNI AD: Batas Kapasitas Diabaikan
Indonesia
KRI Gajah Mada Bukan Sekadar Barang Bekas: Mengungkap Misi Rahasia Kapal Induk Giuseppe Garibaldi TNI AL
Kehadiran kapal induk Giuseppe Garibaldi mengubah wajah pertahanan maritim TNI AL. Bukan sekadar kapal bekas, ini adalah pusat komando bergerak untuk menjaga kedaulatan dan ujung tombak operasi kemanusiaan Indonesia
Angga Yudha Pratama - Minggu, 30 Agustus 2026
KRI Gajah Mada Bukan Sekadar Barang Bekas: Mengungkap Misi Rahasia Kapal Induk Giuseppe Garibaldi TNI AL
Indonesia
KKB Ndugama Sandera 9 Mama-Mama dan Anak Perempuan Jila, TNI Kerahkan Operasi Pencarian Besar-besaran di Mimika Papua
KKB Kodap III Ndugama culik 11 perempuan di Jila, Mimika. Dua orang jadi korban penembakan dan sembilan lainnya masih disandera
Angga Yudha Pratama - Senin, 24 Agustus 2026
KKB Ndugama Sandera 9 Mama-Mama dan Anak Perempuan Jila, TNI Kerahkan Operasi Pencarian Besar-besaran di Mimika Papua
Indonesia
Seorang Pelajar di Palmerah Jakarta Dibacok Orang Tidak Dikenal, Korban Alami Tiga Jahitan di Kepala
Pelaku pembacokan itu, diketahui menggunakan jaket serta masker. Salah satu terduga pelaku juga nampak mengenakan celana sekolah.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 28 Juli 2026
Seorang Pelajar di Palmerah Jakarta Dibacok Orang Tidak Dikenal, Korban Alami Tiga Jahitan di Kepala
Indonesia
TNI AD Ingatkan Publik Jangan Berspekulasi Liar Soal Ledakan Gudang Amunisi Madiun
NI AD minta publik tidak berspekulasi terkait ledakan gudang amunisi Madiun. Tim investigasi profesional dari Jakarta sudah dibentuk untuk menyelidiki penyebab insiden.
Wisnu Cipto - Kamis, 16 Juli 2026
TNI AD Ingatkan Publik Jangan Berspekulasi Liar Soal Ledakan Gudang Amunisi Madiun
Indonesia
TNI AD Kirim Tim Khusus dari Jakarta Investigasi Ledakan Gudang Amunisi Madiun
TNI AD bentuk tim investigasi profesional dari Jakarta untuk menyelidiki ledakan gudang amunisi Puspalad Madiun. 1 prajurit gugur, 6 luka. Korban dirawat di RSUD Caruban.
Wisnu Cipto - Kamis, 16 Juli 2026
TNI AD Kirim Tim Khusus dari Jakarta Investigasi Ledakan Gudang Amunisi Madiun
Indonesia
Gudang Amunisi TNI Madiun Meledak Saat Proses Pemeriksaan dan Perawatan
Ledakan gudang amunisi Puspalad Madiun terjadi saat inspeksi rutin. Satu prajurit gugur, empat luka berat, dua luka ringan.
Wisnu Cipto - Kamis, 16 Juli 2026
Gudang Amunisi TNI Madiun Meledak Saat Proses Pemeriksaan dan Perawatan
Bagikan