Debat final Pilkada DKI Jakarta ini dinilai sangat penting karena akan menentukan sikap para pemilih pada tanggal 15 Februari nanti. Menurut politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Maruarar Sirait pemilih Jakarta adalah pemilih rasional.
Hal ini terbukti dari hasil survei indikator yang menyebut pasangan Ahok-Djarot dianggap menguasai masalah. Selain itu, pasangan petahana ini memiliki program untuk menyelesaikan masalah di Jakarta.
"Dari hasil survei Indikator sudah jelas. Dua kali debat pertama dan kedua, pasangan Ahok-Djarot unggul karena mereka memiliki program yang mampu menyelesaikan masalah di Jakarta," kata Maruarar yang ditemui wartawan merahputih.com Yohanes Abimanyu di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (10/2).
Maruarar membantah debat calon gubernur tidak bermanfaat. Ia meluruskan bahwa debat sangat penting.
Sebab, bisa menjadi dasar pengambilan keputusan pemilih untuk menentukan gubernur dan wakil gubernur lima tahun mendatang. Oleh karena itu dirinya sangat menghargai debat.
"Pasangan Ahok-Djarot selalu hadir dalam undangan-undangan debat karena kami tahu pemilih jakarta adalah pemilih rasional. Jakarta itu terlalu besar, jangan pertaruhkan dengan orang yang tidak punya track record. Calon pemimpin yang jelas rekam jejaknya nampak pada penguasaan debat. Seperti apa penguasaan masalah. Mentalnya bagaimana. Pemimpin jakarta itu tidak bisa uji coba, pemimpin jakarta itu harus sudah teruji," tuturnya.
Selain itu, kata Maurar, debat juga dapat memberikan masukan informasi dan pencerahan secara objektif.
Debat final Pilkada DKI Jakarta diikuti tiga pasangan calon yaitu Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Debat yang dipandu oleh Alfito Deannova Ginting ini mengangkat tema kependudukan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Ibu Kota. Kemudian tema ini terbagi menjadi empat subtema yakni pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, anti-narkotika, dan kebijakan untuk penyandang disabilitas.
Hal ini terbukti dari hasil survei indikator yang menyebut pasangan Ahok-Djarot dianggap menguasai masalah. Selain itu, pasangan petahana ini memiliki program untuk menyelesaikan masalah di Jakarta.
"Dari hasil survei Indikator sudah jelas. Dua kali debat pertama dan kedua, pasangan Ahok-Djarot unggul karena mereka memiliki program yang mampu menyelesaikan masalah di Jakarta," kata Maruarar yang ditemui wartawan merahputih.com Yohanes Abimanyu di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (10/2).
Maruarar membantah debat calon gubernur tidak bermanfaat. Ia meluruskan bahwa debat sangat penting.
Sebab, bisa menjadi dasar pengambilan keputusan pemilih untuk menentukan gubernur dan wakil gubernur lima tahun mendatang. Oleh karena itu dirinya sangat menghargai debat.
"Pasangan Ahok-Djarot selalu hadir dalam undangan-undangan debat karena kami tahu pemilih jakarta adalah pemilih rasional. Jakarta itu terlalu besar, jangan pertaruhkan dengan orang yang tidak punya track record. Calon pemimpin yang jelas rekam jejaknya nampak pada penguasaan debat. Seperti apa penguasaan masalah. Mentalnya bagaimana. Pemimpin jakarta itu tidak bisa uji coba, pemimpin jakarta itu harus sudah teruji," tuturnya.
Selain itu, kata Maurar, debat juga dapat memberikan masukan informasi dan pencerahan secara objektif.
Debat final Pilkada DKI Jakarta diikuti tiga pasangan calon yaitu Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Debat yang dipandu oleh Alfito Deannova Ginting ini mengangkat tema kependudukan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Ibu Kota. Kemudian tema ini terbagi menjadi empat subtema yakni pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, anti-narkotika, dan kebijakan untuk penyandang disabilitas.