Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Marak Penyelundupan, Prabowo ‘Sentil’ Bea Cukai dan Bakamla

Frengky Aruan - Jumat, 14 Agustus 2026

MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto menyoroti pengawasan Bea dan Cukai di tengah maraknya praktik penyelundupan. Ia juga meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menelusuri peran Bea Cukai dalam persoalan tersebut.

"Tapi Menteri Keuangan, usut Bea Cukai juga. Ya, kan?" kata Prabowo saat pidato kenegaraan di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat (14/8).

Ia mempertanyakan efektivitas pengawasan Bea Cukai terhadap aktivitas tersebut, termasuk tugas Badan Keamanan Laut (Bakamla) dalam menjaga wilayah perairan Indonesia.

Bakamla, tugasmu jaga itu penyelundupan, kenapa masih banyak penyelundupan di situ?

kata Prabowo.

Baca juga:

Prabowo Sebut BPK Selamatkan Keuangan Negara Rp 112 Triliun, Kepercayaan Dunia Meningkat

Prabowo Sebut sebagai Tantangan

Prabowo menegaskan bahwa langkah pengusutan bukan dimaksudkan untuk mencari kesalahan institusi.

Menurut dia, seluruh aparat dan pejabat justru harus didorong untuk menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.

Tidak ada masalah, kita justru menantang mereka berbuat yang terbaik. Mereka itu anak-anak kita tapi harus kita berani tegakkan kebenaran,

katanya.

Ia menekankan bahwa pemimpin harus berani menertibkan anak buahnya sendiri apabila terdapat pelanggaran.

Menurut Prabowo, kepentingan rakyat dan negara harus ditempatkan di atas perasaan pribadi.

Prabowo menambahkan, masyarakat saat ini semakin kritis dan tidak lagi mau menerima ketidakadilan maupun penyelewengan.

Baca juga:

Pidato di Sidang Tahunan, Prabowo Sebut Koruptor MBG Orang Biadab, Tidak Pantas Dihormati

Karena itu, pemerintah dituntut untuk memastikan aparat menjalankan fungsi pengawasan secara serius.

"Rakyat kita sekarang tidak mau terima ketidakadilan. Tidak mau lagi menerima penyelewengan," kata Prabowo. (Knu)

Baca Artikel Asli