Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Mana Prokesnya? Sentra Vaksin BUMN di Surabaya Membeludak

Zulfikar Sy - Kamis, 01 April 2021

MerahPutih.com - Sejak digelar Sentra Vaksinasi BUMN di Grand City Mall Surabaya, para peserta vaksin membludak di lantai basement, Rabu (31/3).

Hal tersebut dinilai bahwa panitia gelaran tersebut terkesan belum siap. Bahkan, menuai komentar dari Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 tingkat Provinsi Jatim maupun Kota Surabaya.

"Di acara itu sudah ada personel yang ditugaskan, yakni dari kepolisian juga sudah berjaga di tempat acara tersebut," tutur Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Jawa Timur Makhyan Jibril saat dikonfirmasi, Rabu (31/3).

Baca Juga:

Sekolah dan Universitas Diminta Persiapkan Vaksinasi Massal

Ia menjelaskan, pada pelaksanaan vaksinasi BUMN tersebut, Satgas COVID-19 Jawa Timur hanya ditugaskan untuk menyetor calon penerima vaksin dari lansia.

"Satgas Jatim kemarin hanya bertugas untuk mendata dan menyetorkan nama-nama lansia. Satgas juga tidak ada tindakan. Ya artinya ini adalah PR (pekerjaan rumah) dari panitia untuk mengoptimalkan jadwal," bebernya.

Di kesempatan berbeda, Sekretaris Satgas COVID-19 Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, saat ini pihaknya terjun ke lokasi vaksinasi untuk upaya menertibkan peserta.

"Kita sekarang berupaya melakukan pengaturan," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Kota Surabaya itu.

   Sentra Vaksinasi BUMN di Grand City Mall Surabaya nampak para peserta membeludak di lantai basement. (Foto: MP/Andika Eldon)
Sentra Vaksinasi BUMN di Grand City Mall Surabaya nampak para peserta membeludak di lantai basement. (Foto: MP/Andika Eldon)


Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Anwar Sadad mengutarakan, fakta ini menjadi pukulan bagi pemerintah di tengah upaya mereka melakukan sosialisasi agar masyarakat menerapkan protokol kesehatan (prokes) untuk menghindari penyebaran COVID-19.

"Itu kan harusnya bisa diatur. Ya misal berapa targetnya sehari, yang melalui sistem online berapa orang, dan yang offline berapa. Nah kalau ini kan sepertinya panitia tidak siap," ucap Anwar.

Menurutnya, kejadian ini mengesankan upaya positif pemerintah memudahkan vaksinasi secara nasional tidak beriringan dengan proses yang matang.

Baca Juga:

Penyuntikan Vaksin COVID-19 di Indonesia Tembus 10 Juta Sasaran

Bahkan, ia berpendapat bahwa membeludaknya peserta vaksinasi di Sentra Vaksinasi BUMN itu adalah kesalahan panitia. Mulai dari manajemen pengelolaan tempat hingga pemberian jadwal kepada institusi yang kurang akurat.

"Kita tahu bahwa animo masyarakat kan cukup besar. Nah ini seharusnya dibarengi pengaturan antrean yang tidak berisiko, apalagi menyebabkan konsentrasi massa pada jumlah besar ini diakibatkan karena kurang rapinya sistem pendaftaran dari pihak panitia," ungkap Anwar. (Andika Eldon/Jawa Timur)

Baca Juga:

Ini Beda Harga Vaksin Jadi dan Bahan Baku Vaksin Impor Bio Farma

Baca Artikel Asli