MerahPutih.com - Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyampaikan bahwa Idul Fitri bermakna silaturahmi, saling memaafkan, berkumpul, dan berbagi karena momen itulah bagi yang sudah berhasil bisa membagikan rezekinya kepada keluarganya.
“Sehingga saya memaknai bahwa Idul Fitri itu mempersatukan secara emosional kepada keluarga-keluarga kita, tetapi juga kepada tetangga kita, kepada masyarakat kita,” ujar Pramono dalam keterangannya, Rabu (5/6).
Menurut Pramono, Idul Fitri di Indonesia adalah budaya yang mungkin berbeda dengan budaya di Arab.
“Karena mereka Idul Fitrinya berbeda dengan Indonesia, karena Indonesia penuh dengan kekeluargaan, penuh dengan keakraban, penuh dengan silaturahmi,” tambah dia.
Lebih lanjut, Pramono bercerita bahwa semasa kecil dirinya betul-betul menunggu Idul Fitri dan puasa itu dengan semangat yang luar biasa.
“Apalagi sekarang ini ada sebuah tradisi baik, ketika Idulfitri kita berkunjung kepada orang yang kita tuakan, kepada orang tua kita, kepada masyarakat dan kepada tokoh,” ujarnya.
Di sanalah, tambah Pramono semua bisa berbagi, bersilaturahmi, saling mengerti, memaafkan, dan tentunya bagi yang mendapatkan rezeki lebih banyak, waktunya berbagi kepada keluarganya.
Salah satu momen yang paling berkesan, tambah Seskab, ketika waktu masih kecil mendapatkan pembagian uang dari orang tua dan kemudian juga dari orang-orang yang dituakan. “Nah sekarang ketika kita sudah menjadi orang tua tentunya kita juga harus berbagi kepada yang perlu dan pantas untuk kita bagi,” tambah Pramono.
Pramono menambahkan bahwa mudah-mudahan Idul Fitri kali ini selain bisa menjaga keamanan selama mudik di jalan, tetapi juga tidak terlalu capek.
“Yang lebih penting adalah karena liburnya panjang jangan ketika libur sudah berakhir tidak cepat pulang, baik yang tinggal di Jakarta, di Surabaya, atau kota-kota besar. Bekerja kembali seperti biasa, karena produktivitas itu menjadi hal yang utama,” sebutnya.
Ia pun tak lupa menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri mohon maaf lahir batin.
“Semoga Idulfitri kali ini mempersatukan kita semua dengan adanya perbedaan ketika baru selesai pemilu. Dan mudah-mudahan perbedaan yang kemarin, kita bisa saling memaafkan, kita bisa saling menjaga bersama-sama untuk persatuan Indonesia. Selamat Hari Raya Idulfitri,” pungkas dia. (Knu)