MERAHPUTIH.COM - GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menanggapi ramainya di rumor di media sosial (medsos) yang menyebut Jakarta kini berstatus Siaga 1 setelah adanya pengerahan puluhan ribu anggota TNI ke Ibu Kota. Pramono mengaku tak mendapat laporan apa pun dari jajarannya mengenai peningkatan kewaspadaan bidang pengamanan di Ibu Kota.
"Saya tidak, karena apa pun sebagai gubernur, kalau ada siaga satu, pasti saya dikoordinasikan," kata Pramono di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (5/11).
Pramono menegaskan, jika memang ada peningkatan status kewaspadaan keamanan hingga Siaga 1, ia sebagai kepala daerah semestinya mendapat koordinasi dari pihak terkait.
Namun, hingga hari ini, Pramono mengungkapkan ia belum menerima informasi tersebut. Pramono juga menyebut aktivitas pemerintahan di lingkungan Pemprov DKI Jakarta masih berjalan normal.
"Sampai hari ini enggak ada, wong kita juga rapat baik-baik saja. Jadi saya tidak tidak mendengar itu," ucap Pramono.
Baca juga:
Ramai di medsos beredar rumor mengenai peningkatan status keamanan Jakarta menjadi Siaga 1 setelah adanya pengerahan 20.980 personel untuk memperkuat pengamanan wilayah DKI Jakarta.
Pengerahan tersebut mengacu pada Surat Telegram Panglima TNI Nomor STR/96/2026 tertanggal 2 November 2026. Pelaksanaannya dibagi dalam empat tahap dengan melibatkan personel dari satuan TNI-AL di Jakarta maupun luar daerah.
Dari total tersebut, sebanyak 2.100 personel berasal dari satuan yang sudah berada di Jakarta. Adapun 5.740 personel didatangkan dari luar daerah, sedangkan 13.140 personel lainnya disiagakan di markas masing-masing dan menunggu perintah pergerakan.
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menjelaskan pengerahan personel dalam jumlah besar merupakan bagian dari pelaksanaan tugas negara dan kesiapsiagaan TNI menghadapi perkembangan situasi.(Asp)
Baca juga: