Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Learjet 60 Jatuh di Florida, Satu Keluarga Dinyatakan sebagai Korban Tewas

Dwi Astarini - 1 jam, 56 menit lalu

MERAHPUTIH.COM — TEMUAN baru mengungkap fakta hancurnya Learjet 60 yang jatuh di Florida, Amerika Serikat. Para penyelidik menduga beberapa bagian dari pesawat jet pribadi yang jatuh di Florida itu mungkin telah terlepas saat masih di udara. Seluruh penumpang yang berjumlah sembilan orang tewas.

Pesawat jenis Learjet 60 tersebut sedang terbang menuju Bahama dari Austin, Texas, ketika tiba-tiba menukik tajam ke jalan raya berlajur banyak dan meledak saat menghantam tanah. Seorang pengusaha di bidang teknologi beserta keluarganya, serta seorang asisten pilot (kopilot) berusia 20 tahun, termasuk di antara korban tewas pada Minggu tersebut.

Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) menyatakan kondisi cuaca akan menjadi fokus utama penyelidikan. Namun, mereka mengalami kesulitan untuk mengakses bangkai pesawat akibat kawah besar di jalan raya yang terbentuk akibat hantaman jet tersebut di Palm Beach.

Pesawat tersebut jatuh di Military Trail, sebuah jalan enam lajur yang dipenuhi kawasan bisnis dan restoran, pada sekitar pukul 12.50 waktu setempat.

"Hambatan terbesar yang akan kami hadapi yakni mengevakuasi bagian utama bangkai pesawat dari kawah hantaman di badan jalan," ujar ketua tim penyelidik, Tim Monville, dalam konferensi pers pada Senin (2/11), dikutip BBC.

Baca juga:

9 Tewas dalam Insiden Jet Jatuh di Florida, Ciptakan sebuah Kawah Besar di Tengah Jalan Perumahan



NTSB menyebut kawah itu terletak di dekat pintu masuk kawasan permukiman rumah bergerak (mobile home park). Kawah didapati tergenang air akibat badai dahsyat. Curah hujan tinggi dan badai petir memang dilaporkan terjadi di area tersebut saat kecelakaan berlangsung. Puing-puing pesawat terlihat berserakan di lapangan olahraga, area bisnis, hingga permukiman warga di sekitar lokasi.

"Kami memiliki beberapa bukti bahwa ada bagian pesawat yang terlepas sebelum hantaman terjadi. Kami mungkin akan menemukan potongan-potongan pesawat cukup jauh dari titik lokasi hantaman utama,” kata Tom Chapman dari NTSB.

Para pejabat juga sedang berusaha memastikan apakah terdapat rekaman suara kokpit (cockpit voice recorder) di dalam pesawat saat kecelakaan terjadi dan apakah alat tersebut dapat dievaluasi. Hasil analisis penerbangan menunjukkan pesawat jet tersebut menukik turun ratusan kaki per detik sebelum akhirnya jatuh.

Dalam rekaman audio pengawas lalu lintas udara (ATC), seseorang di dalam kokpit terdengar melaporkan adanya ‘turbulensi sedang’ dan bahwa awak pesawat sedang ‘menangani penumpukan es’. Mereka kemudian terdengar mengatakan bahwa pesawat ‘mulai terkena presipitasi (hujan/es)’ dan ‘kami harus naik’. Beberapa saat kemudian, suara yang sama mengatakan pesawat mengalami penurunan ketinggian dengan kecepatan 3.048 meter per menit.

Pesan darurat pun dipancarkan dan mereka terdengar berteriak, “Kami dalam kondisi overspeed (kecepatan berlebih) dan menukik turun 20.000 kaki per menit.” Setelah itu, suara itu berkata, “Kami akan menghantam tanah."

Tujuh penumpang tewas di dalam penerbangan tersebut. Korban meliputi pengusaha teknologi Adam Robinson, istrinya, Helen Sharp, serta dua anak mereka, Emma, 4, dan Charlie, 2. Selain keluarga itu, ada pula Rachael Reed, Charmi Fehr, dan Anita Maria Cetina.

Pilot pesawat diidentifikasi dalam laporan media sebagai Jeffery Gregory, sedangkan Nathalia Filgueiras, 20, yang memperoleh lisensi pilotnya pada usia 17 tahun, dilaporkan bertindak sebagai kopilot.

Seorang pria yang berada di dalam mobil di darat mengalami cedera pada bagian kaki.(dwi)

Baca juga:

Kecelakaan Jet Pribadi di Florida Tewaskan 9 Orang, NTSB Ungkap Pesawat Hancur sebelum Jatuh

Baca Artikel Asli