Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Korlantas Polri Panggil Manajemen Taksi Green SM, Bahas Keselamatan usai Kecelakaan Maut di Bekasi Timur

Soffi Amira - Selasa, 05 Mei 2026

MerahPutih.com - Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menerima audiensi manajemen Taksi Green SM.

Pertemuan ini guna membahas peningkatan keselamatan dan tata kelola transportasi, menyusul sejumlah peristiwa kecelakaan yang menjadi sorotan publik.

Green SM sendiri tengah menjadi sorotan. Sebab, salah satu armadanya dianggap menjadi pemicu kecelakaan maut kereta di Stasiun Bekasi Timur, yang menewaskan 16 penumpang perempuan.

Pada pertemuan tersebut, Agus menegaskan setiap peristiwa kecelakaan harus dilihat secara menyeluruh.

Baca juga:

Polisi Periksa Manajemen Green SM Masalah Kecelakaan Maut Stasiun Bekasi Timur

Menurutnya, penyebab kecelakaan tidak hanya berasal dari faktor pengemudi atau human error, tetapi juga bisa dipengaruhi kondisi kendaraan, manajemen perusahaan, hingga faktor jalan dan lingkungan.

“Tidak absolut kesalahan ada pada pengemudi. Bisa juga dari kendaraan atau manajemen. Bahkan korporasi bisa ikut bertanggung jawab,” jelas Agus kepada wartawan di Jakarta dikutip Selasa (5/5).

Selain itu, Agus juga menyoroti pentingnya evaluasi terhadap kejadian kecelakaan, termasuk yang terjadi di perlintasan sebidang kereta api.

Ia menegaskan, hasil analisis kecelakaan dapat menjadi dasar untuk memperbaiki sistem pengawasan dan tata kelola perusahaan transportasi.

Baca juga:

Polisi Periksa Taksi Green SM hingga DJKA usai Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, 31 Saksi Sudah Dipanggil

Selain itu, Korlantas mendorong adanya sistem traffic attitude record untuk memantau perilaku pengemudi secara terintegrasi, termasuk data pelanggaran yang terekam melalui sistem tilang elektronik (ETLE).

“Langkah ini penting untuk memastikan pengemudi memiliki kompetensi sekaligus perilaku berkendara yang baik,” sebut Agus.

Agus juga menawarkan program pelatihan ulang bagi pengemudi melalui Indonesia Safety Driving Center (ISDC), sebagai upaya meningkatkan disiplin dan kesadaran keselamatan berlalu lintas.

“Dari sekitar 10 ribu pengemudi, perlu ada kontrol dan pembinaan. Bisa dilatih kembali agar lebih disiplin dan patuh,” ujarnya. (knu)

Baca Artikel Asli