Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Korea Utara Uji Coba Bom Kluster yang Dipasang pada Rudal Balistik, Diklaim Bisa Hancurkan Area hingga 13 Hektare

Dwi Astarini - Minggu, 01 November 2026

MERAHPUTIH.COM — KOREA Utara telah menguji coba bom curah yang dapat dipasang pada rudal balistik taktis dan berjanji akan menyiagakan berbagai jenis hulu ledak kluster pada akhir tahun ini. Demikian dilaporkan media pemerintah Korut pada Minggu (1/11).

Seperti dilansir The Korea Times, Badan Rudal Korea Utara melakukan uji coba tersebut pada Sabtu untuk menilai adaptabilitas tempur dan daya hancur hulu ledak bom kluster yang dirancang untuk dipasang pada rudal balistik taktis. Korean Central News Agency (KCNA) mengungkap lembaga riset di bawah Badan Rudal mengonfirmasi hulu ledak bom kluster Standar Tipe 2 mampu meratakan area target seluas 12 hingga 13 hektare dengan daya ledak kepadatan tertingginya.

Direktur Jenderal Badan Rudal menyatakan hulu ledak bom kluster diklasifikasikan ke empat kategori tergantung tujuannya.

"Dalam tahun ini, kami akan memfasilitasi unit-unit militer untuk memilih dan menggunakan semua jenis hulu ledak tersebut sesuai dengan tujuan operasional dan karakteristik spesifik target," ujarnya.

Bom kluster melepaskan puluhan hingga ratusan amunisi kecil (submunition) yang memungkinkannya menghantam banyak target di area yang luas.

Baca juga:

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un Puji Pasukan yang Ledakkan Diri demi Hindari Penangkapan Ukraina


Pada April, Korea Utara menyatakan telah menguji coba bom kluster yang dipasang pada rudal balistik taktis Hwasong-11 Ra, sebuah peluncuran yang diawasi langsung oleh pemimpin Kim Jong-un dan putrinya, Kim Ju-ae.

Uji coba pada Sabtu ini berlangsung di tengah seruan baru dari para diplomat tingkat tinggi Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Jepang untuk denuklirisasi penuh Korea Utara dalam pembicaraan trilateral mereka di Atlanta.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga menyatakan pada Sabtu bahwa Presiden Donald Trump tetap terbuka untuk berdialog dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un jika Pyongyang bersedia membahas isu-isu yang menjadi perhatian Washington dan para sekutunya, meskipun belum ada pertemuan yang dijadwalkan.(dwi)

Baca juga:

Kim Jong-un Dirumorkan Meninggal Dunia karena Pendarahan Otak, Korea Utara Langsung Bantah dengan Foto

Baca Artikel Asli