Misterius Banget, ini Sosok Kim Ju-ae, Anak Pemimpin Korea Utara yang Disebut Calon Penerus

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 03 September 2025
Misterius Banget, ini Sosok Kim Ju-ae, Anak Pemimpin Korea Utara yang Disebut Calon Penerus

Putri Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, Kim Ju-ae (dilingkari merah), mencuri perhatian saat ikut dalam lawatan ke Beijing, China.(foto: Korean Central News Agency / The Korea Times)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — SEORANG gadis muda berpenampilan rapi ikut turun dari kereta lapis baja, mendampingi Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dalam pertemuan multilateral di China, Rabu (3/9). Meski kehadiran Jong-un dalam pertemuan multilateral pertamanya dalam 45 tahun sudah pasti menarik perhatian, kehadiran gadis itu mengalihkan sorotan. Gadis itu ialah Kim Ju-ae, anak sang Pemimpin Korea Utara.

Menurut badan intelijen Korea Selatan, dilansir BBC, Ju-ae ialah kandidat penerus ayahnya yang paling mungkin. Namun, detail tentang dirinya, termasuk usia pastinya, masih samar. Misterius banget.

Selama beberapa tahun, Ju-ae diyakini sebagai anak kedua Jong-un. Pemimpin Korut itu disebut punya tiga anak dari istrinya, Ri Sol-ju. Meski demikian, jumlah pasti dan urutan kelahiran anak-anak Jong-un tidak jelas karena ia sangat tertutup soal keluarganya. Ia bahkan baru memperkenalkan istrinya ke publik setelah lama menikah.

Ju-ae ialah satu-satunya anak yang keberadaannya telah dikonfirmasi kepemimpinan Korea Utara. Tidak ada anak lain yang pernah muncul di hadapan publik. Kabar keberadaan Ju Ae pertama kali muncul dari sumber yang tak terduga: pemain basket Dennis Rodman. Pada 2013, Rodman mengatakan kepada The Guardian bahwa ia pernah menggendong bayi Ju-ae dalam kunjungannya ke negara tertutup itu.

Setelah itu, hampir tidak ada kabar tentangnya hingga November 2022. Ketika itu, ia muncul bersama ayahnya saat peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM). Pada Februari 2023, ia muncul di perangko dan menghadiri jamuan makan untuk pejabat tinggi, dijuluki sebagai ‘putri terhormat’ Kim Jong-un.

Pemberian julukan itu memantik spekulasi Ju-ae sebagai penerus. Sifat ‘terhormat’ (respected) hanya digunakan untuk tokoh paling disegani di Korea Utara. Dalam kasus ayahnya, ia baru disebut sebagai ‘Kamerad Terhormat’ setelah statusnya sebagai pemimpin masa depan dikukuhkan.

Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) saat itu memberikan sedikit detail tambahan tentang gadis kecil tersebut. Menurut kantor berita AP, ia gemar berkuda, ski, dan berenang, serta mendapat pendidikan di rumah di Pyongyang. Usianya diperkirakan sekitar 10 tahun.

Pada Januari 2024, NIS menyimpulkan bahwa gadis itu ialah penerus paling mungkin Jong-un. Meski begitu, NIS menekankan masih ada banyak variabel, terutama karena usia Jong-un sendiri yang masih relatif muda.

Sejak saat itu, Ju-ae sering terlihat mendampingi ayahnya. Ia berdiri di sampingnya pada peluncuran ICBM dan parade militer, bahkan tampil sebagai pusat perhatian serta menerima salut militer dari para komandan senior.

Namun, kehadirannya di Beijing, China, menjadi debutnya di luar Korea Utara. Perjalanan ini mungkin akan semakin memicu spekulasi bahwa ia akan menggantikan ayahnya.


Baca juga:

Putri Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un Jadi Sorotan dalam Kunjungan ke China, Disebut Calon Penerus


Pelatihan Suksesi di Usia Muda




Keluarga Kim, yang telah memimpin Korea Utara sejak 1948, mengajarkan kepada rakyat bahwa mereka berasal dari ‘darah suci’ sehingga hanya merekalah yang berhak memimpin negara.

Wakil Presiden Sejong Institute Cheong Seong-chang, dikutip The Korea Times, mengatakan foto yang menunjukkan Ju-ae berdiri tepat di belakang Jong-un saat disambut di Beijing menandakan ia diperlakukan sebagai penguasa de facto berikutnya Korea Utara.

“Keputusan Kim Jong-un membawa Ju-ae ke China mengirim pesan kuat bahwa ia ialah penerus yang dimaksudkan, sekaligus menandai dimulainya pelatihan diplomasi berskala penuh,” kata Seong-chang.

Ia mencatat mantan pemimpin Korea Utara Kim Jong-il menyebut putranya, kala itu baru berusia 8 tahun, sebagai penerus. Namun, Jong-un lebih banyak diisolasi dan jarang mendapat kesempatan pengalaman diplomatik hingga 2018, ketika ia mulai menggelar pertemuan puncak dengan pemimpin China, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

“Kim Jong-un tampaknya bertekad untuk tidak menurunkan pengalaman pahit yang sama kepada Ju-ae. Dengan membawanya ke China sejak dini, ia menunjukkan niat kuat untuk mengenalkannya kepada diplomasi dan memberikan pelatihan langsung,” kata Seong-chang.

Senada, profesor studi Korea Utara di Ewha Womans University Park Won-gon sependapat dengan prospek Ju-ae semakin menguat dengan kunjungan ke Beijing. “Setidaknya, ini menunjukkan bahwa China telah memberikan persetujuan diam-diam terhadap transfer kekuasaan turun-temurun generasi keempat,” katanya.

Namun, Won-gon menambahkan bahwa Ju-ae masih menghadapi hambatan besar. “Dalam proses suksesi sebelumnya, ahli waris harus membuktikan kepemimpinan militer. Dalam konteks itu, gendernya di masyarakat yang sangat patriarkat dan usianya yang masih 13 tahun bisa menjadi tantangan signifikan,” ujarnya.

Namun, ada spekulasi bahwa Jong-un memperkenalkan putrinya pada momen ini untuk mencoba mengatasi prasangka dalam masyarakat patriarkal yang sangat kental di Korea Utara, yang belum pernah dipimpin seorang perempuan.

Meski begitu, sebagian pakar mengingatkan, meski Ju-ae jelas sedang menjalani pelatihan suksesi, belum bisa dipastikan apakah ia sudah dikonfirmasi secara formal sebagai penerus.

Profesor emeritus di University of North Korean Studies Yang Moo-jin mengatakan Ju-ae perlu secara eksplisit disebut dalam media pemerintah seperti Rodong Sinmun, bukan sekadar disebut samar sebagai ‘putri tercinta’, agar statusnya sebagai penerus dapat dipastikan. Ia juga menambahkan bahwa kultus kepribadian harus dibangun di sekitarnya.

“Untuk secara resmi dinamai sebagai penerus, seseorang harus berusia setidaknya 20 tahun dan memegang jabatan resmi. Ju-ae masih terlalu muda dan saat ini tengah menjalani pelatihan suksesi. Bisa jadi ada banyak rintangan di depan, dan menyebutnya penerus pasti pada tahap ini terlalu dini,” jelasnya.(dwi)

Baca juga:

Pertama dalam Sejarah nih, Pembelot Korea Utara Gugat Kim Jong-un atas Tindakan Penyiksaan

#Kim Jong Un #Korea Utara #China
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Menkeu Purbaya Terima Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Universitas Nankai China
Menteri Keuangan Purbaya menerima gelar Profesor Kehormatan bidang Ekonomi dari Universitas Nankai, China, pengakuan atas kontribusinya di sektor ekonomi
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 24 Juni 2026
Menkeu Purbaya Terima Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Universitas Nankai China
Indonesia
Indonesia Amankan Pendanaan Rp 275 Triliun dari AIIB untuk Proyek Pembangunan 2025-2029
Menkeu Purbaya mengamankan komitmen pendanaan USD 17 miliar atau Rp 275 triliun dari AIIB untuk mendukung proyek pembangunan Indonesia hingga 2029.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Juni 2026
Indonesia Amankan Pendanaan Rp 275 Triliun dari AIIB untuk Proyek Pembangunan 2025-2029
Indonesia
Menteri Keuangan Purbaya ke China untuk Penerbitan Panda Bond, Perkuat Ketahanan Fiskal Indonesia
Panda Bond merupakan instrumen surat utang pemerintah berdenominasi Renminbi yang akan dipasarkan kepada investor China.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Juni 2026
Menteri Keuangan Purbaya ke China untuk Penerbitan Panda Bond, Perkuat Ketahanan Fiskal Indonesia
Dunia
Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol Dijatuhi Hukuman 30 Tahun Penjara, Terbukti Kirim Drone ke Korut
Ia memerintahkan infiltrasi drone ke Korut demi meningkatkan ketegangan lintas perbatasan dan menciptakan alasan pemberlakuan darurat militer di Desember 2024.
Dwi Astarini - Jumat, 12 Juni 2026
Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol Dijatuhi Hukuman 30 Tahun Penjara, Terbukti Kirim Drone ke Korut
Dunia
Beijing Tersinggung, Menhan Filipina dan Keluarganya Diblacklist Masuk China Termasuk Hong Kong
China melarang Gilberto Teodoro Jr, istri, dan anaknya memasuki wilayah China daratan, Hong Kong, maupun Makau.
Wisnu Cipto - Jumat, 12 Juni 2026
Beijing Tersinggung, Menhan Filipina dan Keluarganya Diblacklist Masuk China Termasuk Hong Kong
Dunia
BYD hingga Alibaba Masuk 188 Perusahaan Daftar Hitam Pentagon, China Murka
Pemerintah China mengecam AS yang memasukkan Alibaba, BYD, dan Baidu ke daftar hitam Pentagon sebagai perusahaan pendukung militer. Daftar kini mencakup 188 entitas.
Wisnu Cipto - Rabu, 10 Juni 2026
BYD hingga Alibaba Masuk 188 Perusahaan Daftar Hitam Pentagon, China Murka
Indonesia
KADI Selidiki Interim Review Antidumping Impor Produk Tinplate Asal China
Berdasarkan hasil kajian atas kecukupan dan ketepatan bukti awal, KADI menemukan adanya peningkatan impor dari China, baik secara absolut maupun relatif.
Dwi Astarini - Selasa, 09 Juni 2026
KADI Selidiki Interim Review Antidumping Impor Produk Tinplate Asal China
Indonesia
Rusia dan China Bangun Tata Kelola Global Anyar, Tolak Hegemoni Sepihak
Situasi global saat ini "kompleks dan bergejolak" karena meningkatnya "hegemoni sepihak," tetapi perdamaian, pembangunan, dan kerja sama tetap menjadi aspirasi utama dunia.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 20 Mei 2026
Rusia dan China Bangun Tata Kelola Global Anyar, Tolak Hegemoni Sepihak
Dunia
AS Bidik Perusahaan China Pelanggar Sanksi Iran, Donald Trump Siapkan Aturan Baru Dalam Pekan Ini
Terkait keinginan Iran yang mengajukan penundaan (moratorium) pengayaan uranium selama dua dekade, Donald Trump menuntut kepastian yang mutlak.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 16 Mei 2026
AS Bidik Perusahaan China Pelanggar Sanksi Iran, Donald Trump Siapkan Aturan Baru Dalam Pekan Ini
Dunia
Donald Trump Klaim AS-China Sepakat Bendung Ambisi Nuklir Iran
Selain isu nuklir, Trump menyoroti ketegangan di Selat Hormuz yang mengganggu jalur perdagangan global
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 16 Mei 2026
Donald Trump Klaim AS-China Sepakat Bendung Ambisi Nuklir Iran
Bagikan