MerahPutih.com - Pemerintah terus melakukan pengawasan secara intens mengenai gejolak harga bahan pokok terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
"Kami terus memonitor pergerakan harga komoditas pangan agar dapat segera melakukan antisipasi apabila terjadi lonjakan harga, serta menjaga rantai pasok terutama komoditas pangan," tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Pemerintah juga telah memberikan tiga jenis tambahan bantalan sosial dengan total anggaran sebesar Rp 24,17 triliun yakni Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bantuan Subsidi Upah (BSU), dan penggunaan 2 persen Dana Transfer Umum (DTU) oleh pemerintah daerah untuk membantu sektor transportasi seperti angkutan umum, ojek, bahkan nelayan, serta memberikan perlinsos tambahan mengenai kenaikan BBM.
Baca Juga:
Inflasi di Zona Euro Makin Tinggi, Meluas ke Industri Barang dan Jasa
"Pemberian berbagai bantalan sosial ini diharapkan dapat melindungi daya beli masyarakat dari tekanan kenaikan harga global dan juga mengurangi angka kemiskinan di Indonesia," urainya.
Pemerintah pusat melalui TPIP-TPID akan terus memperkuat koordinasi maupun sinergi program kebijakan untuk stabilisasi harga, terutama pasca-penyesuaian BBM.
Baca Juga:
Menko Airlangga Soroti Rendahnya Serapan APBD Untuk Bantu Tekan Inflasi
Sementara itu, dilakukan juga perluasan Kerja Sama Antardaerah (KAD), terutama untuk daerah surplus/defisit dalam menjaga ketersediaan suplai komoditas. Upaya lain yang yakni melalui penambahan frekuensi pelaksanaan operasi pasar, termasuk peningkatan program Ketersediaan Pangan dan Stabilitas Harga (KPSH) untuk segera menstabilkan harga beras.
"Meskipun ada kenaikan harga BBM dalam satu-dua minggu ini, tapi saya masih tetap optimistis, karena laju ekonomi kita sedang tinggi-tingginya. Saya yakin dengan koordinasi antara pusat, provinsi, dan daerah, juga dibantu para mitra dan stakeholder, mudah-mudahan kita bisa atasi laju tingginya inflasi di Indonesia," terang Bupati Tangerang A Zaki Iskandar. (Asp)
Baca Juga:
Inflasi di AS Meningkat, Harga Minyak Turun