Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp 26,34 Triliun, Fokus Transportasi hingga Bantuan Pangan

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 23 Juni 2026
Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp 26,34 Triliun, Fokus Transportasi hingga Bantuan Pangan

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: dok. Airlangga Hartarto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai Rp 26,34 triliun untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional pada semester II 2026.

Anggaran tersebut akan dialokasikan untuk berbagai program, mulai dari insentif transportasi, penguatan ketenagakerjaan melalui program magang dan vokasi, hingga bantuan pangan bagi masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Selasa (23/6), seluruh program telah dibahas lintas kementerian dan mendapat arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Insentif Transportasi dan Keringanan Pajak

Dari total stimulus yang disiapkan, pemerintah mengalokasikan Rp 2,04 triliun untuk berbagai insentif dan stimulus transportasi.

Salah satu kebijakan yang disiapkan adalah pemberlakuan tarif khusus Pajak Penghasilan (PPh) Final Royalti sebesar 1,5 persen bagi penulis nasional.

Selain itu, pemerintah memberikan diskon transportasi selama periode liburan sekolah.

Program tersebut mencakup potongan tarif kereta api sebesar 30 persen untuk perjalanan 20 Juni–5 Juli 2026, diskon 30 persen tarif dasar kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) pada periode 20 Juni–15 Agustus 2026, serta pembebasan tarif jasa kepelabuhanan ASDP pada 20 Juni–5 Juli 2026.

Alokasi anggaran untuk diskon transportasi sebesar Rp 190,5 miliar dengan target sekitar tiga juta penumpang,

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Pemerintah juga memberikan subsidi penuh Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi selama musim liburan sekolah.

“Program ini menyiapkan anggaran Rp 472,7 miliar dengan target penerima manfaat sebanyak 2,3 juta penumpang,” jelas Airlangga.

Tak hanya itu, pemerintah kembali menyiapkan diskon transportasi untuk periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

Program tersebut memiliki anggaran Rp 161,4 miliar dan ditargetkan menjangkau sekitar 2,8 juta penumpang.

Baca juga:

Stimulus Transportasi Bakal Diluncurkan Saat Libur Panjang Sekolah pada Juni-Juli 2026

Industri Petrokimia dan Penerbangan Dapat Insentif

Pemerintah juga memberikan stimulus bagi sektor industri melalui pembebasan bea masuk impor LPG untuk industri petrokimia dan bahan baku plastik.

Selain itu, pemerintah menurunkan bea masuk suku cadang pesawat guna mendukung sektor penerbangan nasional.

Program ini diperkirakan memberikan manfaat ekonomi hingga Rp 2,25 triliun dengan alokasi anggaran sekitar Rp 500 miliar.

Program Magang dan Vokasi Serap Ratusan Ribu Peserta

Di sektor ketenagakerjaan, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 6,26 triliun untuk program magang dan vokasi.

Program magang nasional akan dimulai pada Juli 2026 dengan anggaran Rp 4,14 triliun dan target 150 ribu peserta.

Sementara itu, program vokasi memperoleh anggaran Rp 2,12 triliun untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja.

Sasarannya mencakup 220 ribu lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) dan 50 ribu pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Baca juga:

Prabowo Tegaskan MBG Kucurkan Stimulus Ekonomi Akar Rumput Secara Masif, Bukan Sekadar Kenyang

Bantuan Pangan Dapat Porsi Terbesar

Porsi terbesar dalam paket stimulus berasal dari bantuan pangan dengan total anggaran Rp 18,04 triliun.

Pemerintah akan menyalurkan bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan kepada 32,24 juta penerima manfaat selama tiga bulan mulai Juli 2026.

Program bantuan beras tersebut menelan anggaran sekitar Rp 17,54 triliun.

Selain itu, pemerintah menyiapkan bantuan Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kedelai bagi perajin tahu dan tempe.

Bantuan diberikan dalam bentuk subsidi maksimal Rp 2.000 per kilogram untuk kuota 250 ribu ton kedelai.

Pada tahap pertama ini untuk daerah yang harga kedelainya berada di atas harga acuan pembelian dengan anggaran sebesar Rp 500 miliar,

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

(Knu)

#Stimulus Ekonomi #Airlangga Hartarto #Transportasi #Bantuan Pangan Non-Tunai #Vokasi
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp 26,34 Triliun, Fokus Transportasi hingga Bantuan Pangan
Pemerintah menggelontorkan stimulus ekonomi Rp 26,34 triliun pada semester II 2026. Program mencakup diskon transportasi hingga bantuan pangan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 23 Juni 2026
Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp 26,34 Triliun, Fokus Transportasi hingga Bantuan Pangan
Indonesia
Defisit APBN 2026 Bengkak Tapi Menko Airlangga Sebut Aman, Kok Bisa?
Pemerintah mematok target awal defisit APBN 2026 sebesar 2,68 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau setara Rp689,1 triliun
Angga Yudha Pratama - Selasa, 23 Juni 2026
Defisit APBN 2026 Bengkak Tapi Menko Airlangga Sebut Aman, Kok Bisa?
Indonesia
Buruan daftar! Pelatihan Vokasi Tahap 3 Sudah Dibuka, Kuota Hanya 20 Ribu Orang
Kemnaker terus memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan kerja yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
Buruan daftar! Pelatihan Vokasi Tahap 3 Sudah Dibuka, Kuota Hanya 20 Ribu Orang
Indonesia
Stasiun Gambir Diperluas, Terkoneksi KRL, LRT hingga Kereta Cepat Whoosh
Renovasi ini bertujuan membangun konektivitas antarmoda transportasi di Jakarta.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Juni 2026
Stasiun Gambir Diperluas, Terkoneksi KRL, LRT hingga Kereta Cepat Whoosh
Indonesia
Libur Sekolah dan Tahun Baru Islam, Tiket Whoosh Dijual Mulai Rp 250 Ribu!
Whoosh menghadirkan promo tiket selama libur sekolah dan Tahun Baru Islam. Tiket tersebut dijual mulai Rp 250 ribu.
Soffi Amira - Minggu, 14 Juni 2026
Libur Sekolah dan Tahun Baru Islam, Tiket Whoosh Dijual Mulai Rp 250 Ribu!
Indonesia
166,15 Juta Orang Gunakan Layanan Urban Listrik KAI Group, Pangkas Emisi Karbon dengan Transportasi Ramah Lingkungan
Layanan urban berbasis listrik KAI Group menjadi bagian penting dari mobilitas perkotaan modern.
Dwi Astarini - Minggu, 14 Juni 2026
166,15 Juta Orang Gunakan Layanan Urban Listrik KAI Group, Pangkas Emisi Karbon dengan Transportasi Ramah Lingkungan
Indonesia
Bank Indonesia Ramal Ekonomi Domestik Tumbuh Menggila Hingga Tembus Batas Atas
Pemerintah bersama bank sentral mengantongi modal kuat guna merealisasikan target pertumbuhan tinggi dengan tiga faktor utama
Angga Yudha Pratama - Rabu, 10 Juni 2026
Bank Indonesia Ramal Ekonomi Domestik Tumbuh Menggila Hingga Tembus Batas Atas
Indonesia
Gubernur Pramono Segera Umumkan Penaikan Tarif Transjabodetabek
Penyesuaian harga itu dilakukan karena subsidi yang diberikan Jakarta untuk transportasi umum ke wilayah penyangga Ibu Kota itu dinilai terlalu besar.
Dwi Astarini - Senin, 08 Juni 2026
Gubernur Pramono Segera Umumkan Penaikan Tarif Transjabodetabek
Indonesia
DPR Dukung Rel Kereta Banda Aceh-Bandar Lampung, Minta KAI Jangan Abaikan Jalur Lama
DPR mendukung pembangunan jalur kereta api Banda Aceh-Bandar Lampung. KAI pun diminta tak mengabaikan jalur lama.
Soffi Amira - Minggu, 07 Juni 2026
DPR Dukung Rel Kereta Banda Aceh-Bandar Lampung, Minta KAI Jangan Abaikan Jalur Lama
Indonesia
Gubernur Pramono bakal Lakukan Penyesuaian Tarif Transjabodetabek
Subsidi yang diberikan Jakarta untuk transportasi umum ke wilayah penyangga Ibu Kota itu dinilai terlalu besar.
Dwi Astarini - Jumat, 05 Juni 2026
Gubernur Pramono bakal Lakukan Penyesuaian Tarif Transjabodetabek
Bagikan