MerahPutih Bisnis - Direktur Indonesia Mining and Energy Studies (IMES) Erwin Usman mendesak Presiden Jokowi memanggil Menteri ESDM Sudirman Said dan Dirjen Minerba R Sukhyar untuk dimintai keterangan terkait perpanjangan izin kontrak operasi tambang dan ekspor mineral PT Freeport Indonesia (PTFI).
"Jokowi sebagai Presiden secara cepat melakukan pemeriksaan terhdap proses yang ditempuh oleh Menteri ESDM dan Freeport karena kita duga banyak sekali pelanggaran hukum dan skandal dibalik perpajangan izin kontrak ekspor Freeport ini," kata Erwin saat dihubungi merahputih.com, Senin (26/1).
Menurutnya Menteri ESDM Sudirman Said dan Dirjen Minerba R Sukhyar sangat berani melanggar amanat undang-undang No.4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) Jo. PP No.1/2014 dan Permen ESDM No.1/2014. Padahal, dalam UU itu disebutkan bahwa sejak tanggal 12 Januari 2014, dilarang ada kegiatan ekspor minerba dalam wujud raw material/ore, sebelum dilakukan pengolahan dan pemurnian melalui smelter.
BACA JUGA: PTSP Siap Layani Proses Perizinan
"Kan pada tahun 2014, pemerintah melalui Menteri ESDM sudah memberi keringanan dalam bentuk MOU Freeport tetap bisa ekspor mineral tanpa harus membangun pabrik pengelolaan atau pemurniaan yang dikenal smeslter dengan janji mereka selama 6 bulan itu akan bangun pabrik. Batasnya itu 25 Januari 2015 kemarin. Dia berlaku 6 bulan kan. Ternyata selama 6 bulan kan Freeport enggak ngapa-ngapain," kata Erwin.
Menurut Erwin, selama enam bulan itu Freeport hanya menyimpan uang jaminan yang jumlahnya cukup kecil. Padahal Freeport berjanji akan membangun smelter, termasuk poin-poin tentang peningkatan bagi hasil yang berlaku selama 6 bulan.
"Nah di bagian ini Sudirman Said keliru. Kenapa? Karena UU minerba No.4 tahun 2009 dan peraturan pemerintah No. 1 tahun 2014, itu tegas dan melarang agar dilakukan ekspor mineral mentah sebelum dilakukan pemurniaan dan pengolaan, termasuk kontrak karya. Freeport harus menunjukkan itikad baik untuk meningkatkan nilai tambah minieral pabrik pengelolaan smelter," katanya. (Hur)
Berita Lainnya:
7 Restoran Recommended di Jakarta