MerahPutih.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menepis isu pemadaman listrik bergilir yang terjadi di kawasan Jabodetabek disebabkan oleh menipisnya stok batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
“Tidak ada batu bara menipis,” tegas Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, kepada media, dikutip Jumat (12/6).
Baca juga:
Pemadaman Bergilir Sumut Masih Berlangsung, PLN Sebut Listrik Bisa Padam 2 Kali Sehari
Menurut dia, pemerintah telah berkomunikasi dengan PLN untuk memastikan gangguan pemadamam listrik tidak berulang.
Kalau ada isu-isu yang akan ada pemadaman, itu juga tidak benar. Dipastikan tidak benar,
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia
Relaksasi Kuota Produksi
Anggia menjelaskan stok batu bara tetap aman meski Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) masih berproses. Menurutnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga telah menegaskan adanya relaksasi kuota produksi batu bara menyusul kenaikan harga komoditas akibat konflik geopolitik global, termasuk perang AS dan Israel dengan Iran.
Apalagi Pak Menteri (ESDM Bahlil Lahadalia) juga jelas menyampaikan terkait RKAB ini kan ada relaksasi bertahap, ya,
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia
Pemadaman Listrik di Berbagai Daerah
Sepekan terakhir, masyarakat di Jabodetabek mengalami pemadaman listrik bergilir dengan durasi beragam. Keluhan serupa juga muncul dari Cianjur (Jawa Barat), Semarang (Jawa Tengah), Madura (Jawa Timur), hingga sejumlah wilayah lain.
Baca juga:
PLN Beri Diskon Tambah Daya Listrik 50 Persen! Cuma Berlaku hingga 23 Juni 2026
Meski demikian, ESDM memastikan pemadaman tidak terkait dengan krisis pasokan batu bara. Pemerintah menekankan bahwa langkah antisipasi terus dilakukan bersama PLN untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional. (*)