Ketangguhan Kang Sutet Tahan Banting di Negeri Aing

Minggu, 19 September 2021 - Yudi Anugrah Nugroho

BERJEMUR di bawah sinar matahari langsung memang jadi kebiasaan baru di tengah pandemi. Namun, biasanya hanya dilakukan dari jam 9-10 atau paling telah 11 pagi. Selebihnya, selain tak bagus untuk kulit, juga siapa tahan teriknya matahari di tengah hari?

Tentu saja ada! Bahkan seolah mereka mendekat sinar karena bergantung di atas tiang tinggi, bukan duduk di teras rumah. Mereka bekerja di tengah terik dengan ketinggian paling rendah lima meter.

Berbalut pakaian oranye dengan helm standar keselamatan berwarna-warni, bergantungan di menara sutet tengah siang bolong.

Baca juga:

Kalahkan Diri Sendiri, Bukti Psoriasis Warrior Juga Jagoan Tangguh!

Mereka merupakan orang-orang terlatih PT PLN (persero) menjadi pasukan khusus, untuk melakukan pemeliharaan, perbaikan, penggantian isolator, konduktor, hingga komponen lainnya pada jaringan listrik. Pekerjaan berhubungan dengan tegangan listrik ini, bukanlah hal mudah untuk dilakukan, lantaran selain menghadapi panas terik matahari dan terpenting berhadapan langsung dengan listrik tegangan tinggi.

Helm digunakan mereka berbeda warna. Faktanya helm berwarna-warni ini memiliki kedudukan berbeda. Warna hitam berarti penyelia, oranye berarti penerima sinyal, putih berarti site manager serta orang berkompeten, dan biru berarti orang tidak bertugas.

Pekerjaan penuh risiko tersbut menjadi bukti ketangguhan dari para petugas sutet ini, seperti;

1. Siap Dipanggil 24 Jam

sutet
Selalu siap kapan saja dan dimana saja. (Unsplash: Oceanng)

Para pekerja penangan listrik di saluran tegangan tinggi harus selalu siap 24 jam karena pentingnya sumber listrik bagi kehidupan sehari-hari.

Meski sudah melakukan usaha terbaiknya, pekerjaan mereka tidak selalu dihargai masyarakat.

Keluhan dari masyarakat tak pernah luput dari perjalanan karirnya. Meski begitu, layanan terbaik tetap menjadi prioritas mereka agar masyarakat tetap beroleh kualitas terbaik.


2. Tak Takut Ketinggian

sutet
Menjadi teknisi sutet dibutuhkan mental dan keberanian berada di ketinggian. (Unsplash: Tony Pham)

Ketinggian telah menjadi salah satu tantangan dari pekerjaan ini. Nyatanya, semakin tinggi tegangan, maka semakin tinggi pula bangunan sutetnya. Perlu diingat, bahwa yang dapat melakukan hal ini hanya orang terlatih, dan telah memiliki sertifikasi khusus untuk dapat mencapai puncak sutet.

Jika kamu memiliki riwayat penyakit dan tidak memungkinkan bekerja di tempat tinggi, sebaiknya mencari pekerjaan lainnya. Selain dibutuhkan keberanian, pekerjaan ini sangat berisiko.

Baca Juga:

Relawan COVID-19, Jagoan Tangguh Walau Virus Menyerang

Saat mereka menaiki bangunan sutet, sebelumnya mereka telah melakukan koordinasi dan tentu menggunakan perlengkapan keselamatan, serta pengait untuk memanjat. Menjadi teknisi sutet diperlukan mental kuat untuk berada diketinggian.

3. Siap Bertaruh Nyawa

sutet
Ketangguhan teknisi sutet. (Unsplash: Pisauikan)

Memang pekerjaan ini sangat berisiko. Jika salah satu dari mereka melakukan kesalahan saat beroperasi, bisa saja nyawa menjadi taruhannya, seperti tersetrum, jatuh, hingga menewaskan nyawa.

Petugas dengan pelatihan khusus ini memiliki pakaian atau atribut menjadi alat perlindungan dirinya saat bekerja. Misalnya, Conductive Suit, Conductive Shoes, Helm, Safety Shoes, Safety Gloves, Safety Glasses, Lanyard, Harness, Handy Talky, dan rompi pengawas.

Tak hanya teknisi sutet saja memiliki pekerjaan beresiko, semua pekerjaan pun begitu. Hanya saja tingkat risiko dari pekerjaan ini lebih tinggi dibandingkan pekerjaan lainnya.


4. Multiguna

sutet
Selain memperbaiki aliran listrik, mereka juga mampu melakukan pekerjaan lainnya. (Unsplash: Emmanuel Ikwuegbu)

Faktanya, petugas sutet tidak hanya memiliki kemampuan untuk pemeliharaan dan perbaikan, namun juga membersihkan layang-layang tersangkut. Hal ini sering terjadi ketika layang-layang terbawa angin dan mendarat di tiang sutet. Meski, hal tersebut dapat ditangani petugas listrik, kegiatan ini juga menghambat pekerjaan utama dari petugas sutet.

Selain tugas tersebut, mereka pun diarahkan dalam penanggulangan bencana. Selain bekerja sesuai rutinitas, mereka juga ditugaskan ke daerah-daerah mengalami bencana untuk segera memperbaiki pasokan aliran listriknya.

Ketangguhan para teknisi sutet ini patut diacungi jempol. Meski mengadukan nasibnya di atas ketinggian, kerja keras dan terus berjuang demi memenuhi kebutuhan masyarakat akan aliran listrik menjadi sisi tangguh mereka. (Cil)

Baca Juga:

Cerita Ketangguhan Pemilik Ivegan Pizza Berjuang Menjadi Seorang Vegan

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan