Cerita Ketangguhan Pemilik Ivegan Pizza Berjuang Menjadi Seorang Vegan

Yudi Anugrah NugrohoYudi Anugrah Nugroho - Selasa, 07 September 2021
Cerita Ketangguhan Pemilik Ivegan Pizza Berjuang Menjadi Seorang Vegan

Tak mudah menjadi seorang vegan di masa 15 tahun lalu.(Foto: Unsplash/Claudio Schwarz)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

YOGEN Marshel Wijaya tak tega menyaksikan hewan disembelih sebagai bahan pangan. Lelaki berusia 31 tahun tersebut merasa hewan juga memiliki rasa sakit sama seperti manusia.

“Jadi saya menganggap tidak selayaknya hewan itu dibunuh karena mereka juga merasakan sakit merasakan penderitaan sama seperti kita. Nah itu pada dasarnya awalnya seperti itu.” ujar Yogen tentang alasan kali pertama menjadi vegan kepada Merahputih.com.

Baca juga:

Relawan COVID-19, Jagoan Tangguh Walau Virus Menyerang

Sejak tahun 2006 Yogen memutuskan menerapkan gaya hidup vegan. Selain lantaran selayaknya hewan tak patut dibunuh demi mencukupi kebutuhan pangan manusia, ada unsur spiritualitas pendorong Yogen akhirnya melakoni hidup sebagai vegan.

Tak mudah menjadi seorang vegan di masa 15 tahun silam. Banyak orang Indonesia belum beroleh informasi lengkap mengenai pola hidup vegan. Alhasil, banyak salah kaprah terjadi seperti sulit membedakan antara vegetarian dan vegan hingga cibiran dianggap seperti kambing karena hanya makan sayuran.

vegan
Yogen beserta istri dan anaknya. (Instagram @yogenwijaya)



Vegetarian masih memakan produk hewani walau bukan daging, seperti menikmati susu maupun telur. Sedangkan vegan, sama sekali tidak memakan produk hewani sama sekali. Bahkan, tak hanya dalam makanan saja, tetapi dalam barang-barang mereka gunakan juga tidak memiliki unsur hewani, seperti sepatu kulit hewan dan lainnya.

Vegan, lanjut Yogen, merupakan bentuk cinta kasih terhadap sesama makhluk hidup, karena makhluk hidup juga menetap di bumi memiliki hak sama untuk bertahan hidup di bumi.

Seiring berjalannya waktu, banyak data-data baru tentang manfaat menjadi vegan. “Jadi kayak tentang kesehatannya, ternyata atlet-atlet dunia sekarang sudah mulai mengadopsi pola makan nabati untuk mencapai performanya.” tambah Yogen.

Baca juga:

Starter Pack Mahasiswa Tangguh yang Kuliah Sambil Kerja

Food and Agriculture Organization (FAO) menyatakan peternakan hewan menjadi penyebab utama pemanasan global. Data-data tersebut mengungkap gaya hidup vegan itu tak hanya dari segi kesehatan saja namun untuk lingkungan sekitar dan makhluk hidup lainnya.

Menjadi seorang vegan memang harus memiliki komitmen besar, seperti Yogen kuat untuk tidak melenceng dari gaya hidup pilihannya. “Kalau sekarang mah enggak pernah. Mungkin pada saat awal-awal. Tergoda sih enggak, cuman kaya enak aja gitu ngeliatnya. Cuma balik lagi ketika mengingat daging itu berasal jadi enggak nafsu juga sih”.

vegan
Non-vegetarian yang mencoba makanan di iVegan Pizza. (Foto: Michelle Gabriella)

Ketika Yogen mengingat proses daging itu berasal dari penyembelihan, semakin merasa ilfeel dan tidak nafsu untuk memakan daging. “Makin lama, makin enek sih mencium bau-bau amis. Makin enggak biasa gitu,” cerita Yogen setelah sudah terbiasa dengan gaya hidupnya.

Meski berbeda dari orang sekitanya berkiat gaya hidupnya, Yogen mengaku tidak terlalu banyak mendapat cibiran dari lingkungan sosialnya. “Sebenarnya kayak nyindir-nyindir pemakan rumput dan kawan-kawan gitu. Hal kecil sih itu,” jelas Yogen. Sindiran mereka malah menjadi boomerang bagi mereka. Malah mereka sering mendapatkan cibiran menurut Yogen.

“Kayak, ih kok lu bisa-bisaan sih makan bangkai. Lu bisa-bisaan sih, padahal hewan itu memiliki ibu dan anak menunggu dia untuk pulang,” ungkap Yogen. Dengan begitu, Yogen malah mengajak mereka untuk mengubah pola hidup mereka menjadi seorang pemakan nabati.

Baca juga:

Kisah Anak Tangguh Kenobi Haidar Akmal, Dalang Cilik Wayang Potehi Penyintas ADHD

Salah satu usaha untuk mengajak orang-orang lebih banyak lagi melakoni vegan, Yogen membuka usaha makanan dengan konsep vegan, bernama iVegan Pizza. Kedai makanannya mengambil tema western.

Awalnya memang ia hanya berniat memfasilitasi orang sudah vegan maupun vegetarian saja, tapi kini tujuan utamanya untuk menarik orang masih makan daging untuk datang ke iVegan Pizza.

Baginya membangun usaha itu juga merupakan tantangan. Pada 2016, ia membuka usahanya meski awalnya hanya iseng membuat makanan dan membagikannya kepada orang lain, namun ia mendapat respon baik. Bazar demi bazar ia ikuti, sampai akhirnya ia dapat membeli ruko pada 2018.

vegan
Salah satu pizza yang ada di iVegan Pizza. (Foto Michelle Gabriella)

“Challenging-nya sih, saya bukan berlatar belakang kuliner. Pada saat awal pertama kali buka resto dikira saya kalau udah tau resepnya, udah tau pola alurnya harusnya baik-baik saja. Ternyata banyak sekali, mulai dari sistem berjalan di dapur, lalu nanti masalah stok dan kawan-kawannya.” cerita Yogen.

Baginya bulan-bulan awal restorannya itu membuat kepalanya mumet, namun pengalaman tersebut membuatnya belajar banyak tentang mengatur alur kerja. Saat pandemi, ia mengaku restorannya mengalami perjalanan roller coaster. Saat diberlakukan kenormalan barua usahanya meningkat sedikit. Setelah itu, menurun kembali karena adanya PPKM.

Bagi Yogen usahanya di bidang kuliner bisa mewadahi para vegan maupun vegetarian. Namun, tak semua kota ada tempat usaha seperti iVegan Pizza.

Asupan makanan bagi vegan terkadang tak tersedia saat Yogen dan keluarganya pergi di satu tempat. “Kalau kita harus keluar kota dan ennggak tahu di mana, itu agak ribet cari makannya,” ungkap Yogen.

Kecuali tempat memang telah menjadi magnet bagi pelancong warga negara asing, seperti Bali, sudah banyak restoran menyediakan hidangan khusus vegan.

Pandemi menurut Yogen justru membuat banyak orang berubah pola hidup menjadi seorang vegan. “Sebelum pandemi emang udah meningkat. Tapi semakin meningkat pesat pas pandemi”. (Mic)

Baca juga:

Ketangguhan Lathifah Amaturrohman Kreasikan Gendong Bayi Jadi Ladang Amal

#September Jagoan Tangguh Negeri Aing #Kuliner #Vegetarian
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Kuliner
Gandeng G-DRAGON, McDonald's Hadirkan Menu Gochujang Butter di 13 Negara Asia
Menu gojuchang butter akan diluncurkan secara bertahap di negara-negara yang berpartisipasi mulai 17 September.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
  Gandeng G-DRAGON, McDonald's  Hadirkan Menu Gochujang Butter di 13 Negara Asia
Kuliner
Gelombang Panas di Prancis Bikin Sampanye Lebih Memabukkan
Penaikan kadar alkohol itu terkait dengan gelombang panas ekstrem yang melanda musim panas tahun ini.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
 Gelombang Panas di Prancis Bikin Sampanye Lebih Memabukkan
Kuliner
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Akar-akar tersebut diidentifikasi sebagai ‘cheonjong’, ginseng liar yang tumbuh secara alami selama setidaknya 50 tahun dengan sedikit campur tangan manusia.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Kuliner
Catat nih, Promo 9.9 2026 Ada Diskon Kuliner hingga Voucher Hemat
Beragam penawaran tersebut bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sekaligus menikmati berbagai layanan dengan harga yang lebih terjangkau.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Catat nih, Promo 9.9 2026 Ada Diskon Kuliner hingga Voucher Hemat
Kuliner
Bertualang Kuliner di JF3 Food Festival 2026, Ada 1.000 Makanan Khas Nusantara
Dengan membawa tema Lokarasa Nusantara, JF3 Food Festival 2026 mengajak kamu menjelajahi cita rasa autentik dari berbagai daerah di Indonesia.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Bertualang Kuliner di JF3 Food Festival 2026, Ada 1.000 Makanan Khas Nusantara
Kuliner
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Studi bersama yang dilakukan peneliti dari Chung-Ang University, Jeju National University, dan World Institute of Kimchi menunjukkan bahwa proporsi warga Korea yang mengaku tidak makan kimchi dalam 24 jam terakhir meningkat hampir dua kali lipat.
Dwi Astarini - Selasa, 25 Agustus 2026
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Kuliner
Putra Galantza Wakili Indonesia di Hennessy MyWay Global Final 2026
Ia akan menjadi perwakilan Indonesia dalam Hennessy MyWay Global Final yang akan digelar di Prancis.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Putra Galantza Wakili Indonesia di Hennessy MyWay Global Final 2026
Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kuliner
Oreo X BTS Resmi Hadir di Indonesia, Cookie Enak dengan Cita Rasa Korea
Ini merupakan kreasi spesial dengan rasa hotteok brown sugar pancake yang dibuat bersama BTS dan didedikasikan khusus bagi para penggemarnya di seluruh dunia.
Dwi Astarini - Jumat, 10 Juli 2026
Oreo X BTS Resmi Hadir di Indonesia, Cookie Enak dengan Cita Rasa Korea
Kuliner
Jelajah Kuliner Nusantara di PRJ Kemayoran 2026, dari Kerak Telor hingga Soto Banjar
PRJ 2026 menghadirkan ragam kuliner Nusantara, mulai dari Kerak Telor, Ayam Betutu, Mie Aceh, hingga Soto Banjar dalam satu lokasi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 Juli 2026
Jelajah Kuliner Nusantara di PRJ Kemayoran 2026, dari Kerak Telor hingga Soto Banjar
Bagikan