MERAHPUTIH.COM - KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono buka suara soal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut hanya menghabiskan anggaran. Ia menegaskan pembangunan sumber daya manusia tidak bisa dipisahkan dari pemenuhan gizi, pendidikan, hingga dukungan terhadap sektor pertanian. Sudaryono mengklaim anak-anak membutuhkan makanan bergizi agar dapat tumbuh sehat.
"Anak yang sehat membutuhkan makanan bergizi. Petani membutuhkan pupuk dan irigasi. Anak-anak membutuhkan sekolah layak, bukan rusak. Bukankah semuanya merupakan bagian dari satu tujuan sama?" kata Sudaryono dalam keterangan tertulis, Rabu (12/8).
Menurutnya, pembangunan manusia Indonesia harus dilakukan secara menyeluruh. Oleh karena itu, ia menilai tidak tepat jika MBG dipertentangkan dengan program pembangunan lainnya. Ia menyebut pelaksanaan MBG tetap berjalan bersamaan dengan penguatan subsidi pupuk, revitalisasi irigasi, dan renovasi sekolah.
"MBG berjalan, tetapi subsidi pupuk tetap diperkuat, irigasi direvitalisasi, dan renovasi sekolah terus dilakukan," ujarnya.
Baca juga:
Penulis Utama Makalah Nobel MBG Pakai Gelar Palsu, Minta Maaf Catut Nama Prabowo
Sudaryono mengajak masyarakat melihat berbagai program pemerintah tersebut sebagai bagian dari pembangunan yang berkaitan. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan gizi anak tidak berarti pemerintah mengesampingkan sektor lain.
"Jangan biarkan suara pesimistis membuat kita gagal melihat kemajuan. Negeri ini tidak sedang memilih antara gizi dan pembangunan. Indonesia sedang berusaha membangun keduanya secara bersamaan," kata Sudaryono.(knu)
Baca juga:
Legislator Minta Anggaran Pendidikan dan MBG Dipisahkan Tahun Depan