MerahPutih.com - Pemerintah mulai melakukan pembatasan ketat terhadap penggunaan air, karena konsumsi harian tercatat melonjak jauh di atas normal selama musim kemarau berkepanjangan.
Wali Kota Munich Dominik Krause pun mendesak warga setempat untuk segera menghentikan penggunaan air yang "tidak perlu".
Perintah darurat di ibu kota Bavaria itu segera diberlakukan hingga 1 Agustus, dengan kemungkinan perpanjangan jika kondisi kekeringan terus berlanjut.
Setelah musim dingin dan musim semi yang sangat kering, sumber daya pasokan air Munich saat ini berada di bawah tekanan yang sangat berat. Oleh karena itu, saya telah memutuskan, berkoordinasi dengan Stadtwerke Munchen dan dinas iklim dan lingkungan kota, untuk mengambil langkah-langkah penghematan wajib lebih lanjut,
tegas Krause.
Baca juga:
Kematian Warga di Eropa Akibat Gelombang Panas Kian Mengganas
Sejumlah pejabat kota setempat mengatakan permintaan air belakangan ini melonjak melebihi 360 juta liter per hari, dibandingkan dengan rata-rata permintaan yang sekitar 300 juta liter.
Berdasarkan pembatasan tersebut, warga dilarang mengisi atau mengoperasikan kolam renang pribadi. Larangan itu juga mencakup air mancur pribadi, fasilitas bermain air, dan fasilitas pribadi serupa lainnya. Penyiraman rumput dan area hijau lainnya juga dilarang untuk keperluan pribadi dan nonkomersial, kecuali untuk lapangan olahraga.
Pemerintah Kota Munich melarang penyiraman kebun rumah dan lahan pertanian antara pukul 09.00 hingga 19.00, kecuali jika untuk tujuan komersial atau publik. Pihak berwenang memberikan pengecualian bagi sistem irigasi tetes yang hemat air.
Sementara, Prancis menghadapi situasi kekeringan yang "luar biasa" dan "sangat mengkhawatirkan", dengan jumlah wilayah yang terkena pembatasan air mencapai rekor tertinggi, kata Menteri Transisi Ekologi Prancis, Monique Barbut, Rabu.
Berbicara dalam pertemuan unit krisis kementerian, Barbut mengatakan 99 departemen di seluruh daratan Prancis saat ini berada di bawah pembatasan air, meliputi seluruh wilayah metropolitan.
Menurut stasiun televisi BFM TV, dari jumlah tersebut, 43 departemen telah mencapai tingkat siaga "krisis" tertinggi, di mana penggunaan air dibatasi hanya untuk kebutuhan prioritas.
Sebanyak 206 dekrit prefektur saat ini berlaku, menandai tingkat tertinggi yang tercatat setidaknya sejak 2013, menurut menteri.