Kebakaran Hebat Apartemen Hong Kong, Manajer & Insinyur Bangunan Dijerat Pasal Pembunuhan

Kamis, 27 November 2025 - Wisnu Cipto

MerahPutih.com - Kepolisian Hong Kong menahan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus kebakaran besar melanda kompleks hunian delapan bangunan apartemen di distrik Tai Po, yang menewaskan puluhan orang dan ratusan lainnya masih dalam pencarian.

Ketiga tersangka itu dua manajer dan seorang insinyur konsultan dari perusahaan konstruksi yang mengerjakan renovasi, dengan tuduhan pembunuhan karena kelalaian atas kebakaran besar yang terjadi di distrik Tai Po.

Perwira Polisi Senior Eileen Chung Lai-yee mengatakan telah memiliki bukti kuat adanya kelalaian perusahaan konstruksi berkontribusi terhadap cepatnya penyebaran api.

Baca juga:

Korban Tewas Kebakaran Apartemen Hong Kong Tembus 44 Jiwa, Ratusan Orang Masih Hilang

“Kami memiliki alasan untuk meyakini bahwa individu yang bertanggung jawab di perusahaan tersebut menunjukkan kelalaian berat, yang menyebabkan api menyebar dengan cepat dan mengakibatkan banyak korban jiwa,” kata Eileen Chung, dilansir dari dari laporan South China Morning Post (SCMP), Kamis (27/11).

Sementara itu, Security Secretary Hong Kong Chris Tang menegaskan material yang digunakan dalam renovasi memperburuk kondisi kebakaran.

“Material yang menutupi dinding bangunan, jaring di sekitar perancah, dan terpal tahan air menyebabkan api menyebar jauh lebih cepat dibandingkan dengan material yang memenuhi standar keselamatan,” imbuhnya, dikutip dari Antara.

Untuk pertama kalinya dalam 17 tahun, Hong Kong mengeluarkan alarm kebakaran level-5, tingkat tertinggi dalam sistem peringatan kota.

Baca juga:

Topan Super Ragasa Mengamuk di Hong Kong, Ratusan Pohon Tumbang, Atap Beterbangan, Kota Lumpuh

Sekitar 900 warga dievakuasi ke delapan fasilitas sementara, sementara lebih dari 140 kendaraan pemadam dan 800 personel darurat dikerahkan ke lokasi.

Otoritas Hong Kong melaporkan korban tewas terbaru kebakaran mencapai 44 jiwa dengan 279 orang lainnya dinyatakan masih hilang. Departemen pemadam kebakaran juga melaporkan 45 korban luka masih dalam kondisi kritis. (*)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan