MerahPutih.com - Polisi mengungkap tenaga kesehatan (nakes) dan remaja berinsial BLP yang merupakan korban penerima suntikan vaksin kosong di Pluit, Jakarta Utara, telah berdamai.
Kasus tersebut berakhir antiklimaks setelah pihak keluarga korban juga diketahui mencabut laporannya di kepolisian.
"Tadi malam memang telah terjadi mediasi baik dari pihak penyelenggara dan terlapor serta korban, dan sudah mencapai kesepakatan untuk damai," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Guruh Arif Darmawan, kepada wartawan yang dikutip di Jakarta, Kamis (13/8).
Baca Juga:
Kemenkes Tegaskan Vaksinator Lalai Saat Suntikan Vaksin Kosong
Guruh menjelaskan, pihak keluarga korban sudah menerima pengakuan pelaku yang menyebut dirinya lalai dan telah menerima maaf dari yang bersangkutan.
Orang tua korban dalam hal ini juga tidak ingin memperpanjang masalah yang berawal dari kelalaian nakes itu sendiri.
"Mereka sepakat untuk mencabut laporan dan tidak akan melakukan penuntutan, lagipula sudah dilakukan mediasi (antara penyelenggara, nakes dan korban)," terang lulusan AKPOL 1995 ini.
Guruh yang lama berkarier di satuan Brimob ini beralasan, kepolisian tidak melanjutkan proses penyidikan dan proses hukum lanjutan karena sudah terjadi perdamaian.
Namun, pihaknya siap melakukan pemeriksaan lanjutan bila ada pihak yang menginginkannya.
"Maka proses hukum dan penyidikan terhadap kasus itu dihentikan sementara," ungkap Guruh Arif Darmawan.
Ia menyatakan siap bila nantinya ada permintaan dari Kementerian Kesehatan, dinas kesehatan, atau pihak lain yang menginginkan proses pemeriksaan lanjutan kepada vaksinator EO.
Tersangka EO sebelumnya dijerat pasal 14 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dengan ancaman satu tahun penjara.
Baca Juga:
Kasus Suntik Vaksin Kosong, Seorang Vaksinator Terancam 9 Tahun Penjara
Ia adalah vaksinator yang memberikan vaksin kosong kepada salah seorang penerima vaksin berinisial BLP sebagai tersangka.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyebut EO lalai dengan tidak memeriksa terlebih dahulu suntikan vaksin sebelum diberikan kepada penerima.
"Ya jelas ya, jadi kelalaiannya memang di awal ini yang bersangkutan sudah memvaksin 599 orang," jelas Yusri. (Knu)
Baca Juga:
Ini Pengakuan Vaksinator Penyuntik Vaksin Kosong