Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Kasus Pegawai KPK Gadungan Terbongkar, Pelaku Janjikan Bisa Atur Perkara

Soffi Amira - Sabtu, 11 April 2026

MerahPutih.com - Jubir KPK, Budi Prasetyo, buka suara soal kasus penangkapan empat orang yang diduga mengaku sebagai pegawai KPK dan menjanjikan bisa mengurus perkara.

KPK menegaskan fokus utama saat ini adalah membongkar praktik penipuan tersebut.

Kasus ini mencuat setelah adanya pengakuan soal penyerahan uang sekitar Rp 300 juta yang melibatkan Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni. Namun, KPK menegaskan bahwa hal tersebut merupakan isu yang berbeda.

“Ini dua hal yang berbeda. Yang kami tangani sekarang adalah adanya pihak-pihak yang mengaku sebagai pegawai KPK dan bisa mengatur perkara,” kata Budi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (11/4).

Baca juga:

Sahroni Bongkar Kronologi Diperas Pegawai KPK Gadungan, Pelaku Sudah Ditangkap

Menurutnya, penanganan kasus ini dilakukan secara lintas unit. Tim penindakan tidak bekerja sendiri, melainkan dibantu Inspektorat dan Biro Hukum KPK. Langkah ini diambil untuk memastikan dugaan “KPK gadungan” bisa ditangani secara menyeluruh.

Budi menjelaskan, keterlibatan lintas unit penting karena kasus ini tidak hanya menyangkut tindak pidana, tetapi juga menyentuh aspek internal lembaga dan potensi penyalahgunaan nama KPK.

Terkait Ahmad Sahroni yang sebelumnya pernah diperiksa dalam sejumlah kasus, termasuk perkara di Bakamla dan kasus Syahrul Yasin Limpo, Budi menegaskan hal tersebut tidak berkaitan dengan peristiwa terbaru.

“Itu bagian dari perkara lain. Jadi tidak bisa disatukan dengan kasus ini,” ujarnya.

Baca juga:

Modus Penyidik Gadungan Peras Ahmad Sahroni Ratusan Juta, Ngaku Buat ‘Kegiatan’ Pimpinan KPK

Soal dugaan apakah Sahroni memberikan uang karena takut kasus atau karena modus lain, Budi belum bisa memastikan. Ia meminta publik menunggu hasil pemeriksaan yang masih berlangsung.

Saat ini, empat orang yang diamankan tengah diperiksa di Polda Metro Jaya. KPK juga telah berkoordinasi dalam penanganan perkara tersebut.

Lebih lanjut, Budi mengungkapkan bahwa dari informasi awal, modus mengaku sebagai pegawai KPK ini diduga sudah terjadi lebih dari sekali. Namun, belum bisa dipastikan apakah ada pihak lain yang juga menjadi korban.

“Ini bukan yang pertama kali, tapi detailnya kita tunggu hasil pemeriksaan,” ucapnya.

Baca juga:

Motif Ahmad Sahroni Kasih Uang Rp 300 Juta ke Utusan Palsu KPK

Ia pun meminta masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi dari proses hukum yang sedang berjalan.

"Jadi nanti kita tunggu proses pemeriksaan di sana seperti apa, hasilnya bagaimana, kita sama-sama hormati, kita tunggu," pungkasnya. (Pon)

Baca Artikel Asli