Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Kasus Pegawai KPK Gadungan Terbongkar, Pelaku Janjikan Bisa Atur Perkara

Soffi AmiraSoffi Amira - Sabtu, 11 April 2026
Kasus Pegawai KPK Gadungan Terbongkar, Pelaku Janjikan Bisa Atur Perkara

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: MP/Dicke Prasetia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Jubir KPK, Budi Prasetyo, buka suara soal kasus penangkapan empat orang yang diduga mengaku sebagai pegawai KPK dan menjanjikan bisa mengurus perkara.

KPK menegaskan fokus utama saat ini adalah membongkar praktik penipuan tersebut.

Kasus ini mencuat setelah adanya pengakuan soal penyerahan uang sekitar Rp 300 juta yang melibatkan Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni. Namun, KPK menegaskan bahwa hal tersebut merupakan isu yang berbeda.

“Ini dua hal yang berbeda. Yang kami tangani sekarang adalah adanya pihak-pihak yang mengaku sebagai pegawai KPK dan bisa mengatur perkara,” kata Budi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (11/4).

Baca juga:

Sahroni Bongkar Kronologi Diperas Pegawai KPK Gadungan, Pelaku Sudah Ditangkap

Menurutnya, penanganan kasus ini dilakukan secara lintas unit. Tim penindakan tidak bekerja sendiri, melainkan dibantu Inspektorat dan Biro Hukum KPK. Langkah ini diambil untuk memastikan dugaan “KPK gadungan” bisa ditangani secara menyeluruh.

Budi menjelaskan, keterlibatan lintas unit penting karena kasus ini tidak hanya menyangkut tindak pidana, tetapi juga menyentuh aspek internal lembaga dan potensi penyalahgunaan nama KPK.

Terkait Ahmad Sahroni yang sebelumnya pernah diperiksa dalam sejumlah kasus, termasuk perkara di Bakamla dan kasus Syahrul Yasin Limpo, Budi menegaskan hal tersebut tidak berkaitan dengan peristiwa terbaru.

“Itu bagian dari perkara lain. Jadi tidak bisa disatukan dengan kasus ini,” ujarnya.

Baca juga:

Modus Penyidik Gadungan Peras Ahmad Sahroni Ratusan Juta, Ngaku Buat ‘Kegiatan’ Pimpinan KPK

Soal dugaan apakah Sahroni memberikan uang karena takut kasus atau karena modus lain, Budi belum bisa memastikan. Ia meminta publik menunggu hasil pemeriksaan yang masih berlangsung.

Saat ini, empat orang yang diamankan tengah diperiksa di Polda Metro Jaya. KPK juga telah berkoordinasi dalam penanganan perkara tersebut.

Lebih lanjut, Budi mengungkapkan bahwa dari informasi awal, modus mengaku sebagai pegawai KPK ini diduga sudah terjadi lebih dari sekali. Namun, belum bisa dipastikan apakah ada pihak lain yang juga menjadi korban.

“Ini bukan yang pertama kali, tapi detailnya kita tunggu hasil pemeriksaan,” ucapnya.

Baca juga:

Motif Ahmad Sahroni Kasih Uang Rp 300 Juta ke Utusan Palsu KPK

Ia pun meminta masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi dari proses hukum yang sedang berjalan.

"Jadi nanti kita tunggu proses pemeriksaan di sana seperti apa, hasilnya bagaimana, kita sama-sama hormati, kita tunggu," pungkasnya. (Pon)

#KPK #Gadungan #Ahmad Sahroni #Penipuan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Nama 4 Tersangka Kasus Internal KPK 'Urus Perkara', Begini Cara Bupati Anom 'Colek' Staf KPK
KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, termasuk staf administrasi KPK. Dugaan pemerasan mencapai Rp1,98 miliar dengan barang bukti Rp2,7 miliar disita.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Juli 2026
Nama 4 Tersangka Kasus Internal KPK 'Urus Perkara', Begini Cara Bupati Anom 'Colek' Staf KPK
Indonesia
KPK Periksa Dugaan Aliran Dana ke Raja Juli Antoni dalam Kasus Korupsi Kuansing
KPK menelusuri dugaan aliran uang ke Raja Juli Antoni. Hal itu terkait kasus korupsi Kuansing.
Soffi Amira - Kamis, 30 Juli 2026
KPK Periksa Dugaan Aliran Dana ke Raja Juli Antoni dalam Kasus Korupsi Kuansing
Indonesia
KPK Bongkar Dugaan Pemerasan dalam Kasus OTT Pemalang, Libatkan Pegawainya
Pegawai KPK diduga memeras Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, terkait penanganan perkara.
Soffi Amira - Kamis, 30 Juli 2026
KPK Bongkar Dugaan Pemerasan dalam Kasus OTT Pemalang, Libatkan Pegawainya
Indonesia
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Ditahan KPK, Cuma Sampaikan Permohonan Maaf
Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, resmi ditahan KPK terkait kasus jual beli jabatan. Ia pun hanya irit bicara.
Soffi Amira - Kamis, 30 Juli 2026
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Ditahan KPK, Cuma Sampaikan Permohonan Maaf
Indonesia
KPK Sita SK Milik Eko Plt Bupati Sukoharjo dan SK Wabup Sukoharjo
Penyitaan dilakukan setelah pemeriksaan selama 7 jam terhadap Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
KPK Sita SK Milik Eko Plt Bupati Sukoharjo dan SK Wabup Sukoharjo
Indonesia
KPK Tahan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro usai OTT, Diduga terkait Jual Beli Jabatan
KPK menangkap Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro. Hal itu terkait kasus jual beli jabatan.
Soffi Amira - Kamis, 30 Juli 2026
KPK Tahan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro usai OTT, Diduga terkait Jual Beli Jabatan
Berita Foto
KPK Resmi Tetapkan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Tersangka Dugaan Jual Beli Jabatan
Tersangka dugaan jual beli jabatan yang juga Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro (191) di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 30 Juli 2026
KPK Resmi Tetapkan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Tersangka Dugaan Jual Beli Jabatan
Indonesia
Bupati Pemalang Kena OTT KPK, Gubernur Jateng Sebut itu Tindakan Individu
Penegakan hukum harus dilakukan secara objektif dan sesuai ketentuan perundang-undangan.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Bupati Pemalang Kena OTT KPK, Gubernur Jateng Sebut itu Tindakan Individu
Indonesia
Gubernur Jateng Prihatin Bupati Pemalang Terjaring OTT, Tunggu Penjelasan Resmi KPK
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Gubernur Jateng Prihatin Bupati Pemalang Terjaring OTT, Tunggu Penjelasan Resmi KPK
Indonesia
Lagi-Lagi Bupati Ditangkap KPK, DPR Soroti Biaya Politik Tinggi
Biaya kontestasi yang mahal membuat banyak kepala daerah ingin mencari pengembalian dari biaya yang telah dikeluarkan.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
Lagi-Lagi Bupati Ditangkap KPK, DPR Soroti Biaya Politik Tinggi
Bagikan