MerahPutih.com - Apes benar nasib Wintarko Setiawan (31), warga Kramat Jati, Jakarta Timur, yang menjadi korban dugaan penipuan rekrutmen petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) DKI Jakarta hingga mengalami kerugian fantastis mencapai Rp70 juta.
Niat hati ingin mewujudkan impian menjadi petugas Damkar usai sempat gagal pada seleksi 2018-2019 lalu, Wintarko justru terjebak janji manis oknum yang mengklaim bisa meloloskannya lewat jalur belakang.
Korban Nekat Pinjam ke Bank DKI
Pria yang berstatus sebagai masyarakat kecil ini bahkan nekat mengajukan pinjaman uang tunai ke Bank DKI dengan menyertakan jaminan demi memenuhi permintaan dana dari sang oknum.
Namun, sejak menyerahkan uang puluhan juta tersebut pada Agustus 2025 lalu, janji manis untuk meloloskannya menjadi petugas Damkar Jakarta tidak pernah terealisasi sama sekali alias nol besar.
Saya kerugian totalnya Rp 70 juta, yang dia janjikan itu bisa membawa dan meloloskan saya menjadi petugas Damkar Jakarta,
kata Wintarko, saat membeberkan kronologi kepada media, dikutip, Selasa (29/9).
Awal Mula Perkenalan dan Gertakan Terduga Pelaku
Peristiwa ini bermula ketika Wintarko berbincang dengan rekan kerjanya yang merupakan seorang guru di salah satu SDN kawasan Kramat Jati pada Agustus 2025 lalu.
"Akhirnya guru itu mengenali saya sama pihak Damkar katanya bisa meloloskan, dan akhirnya saya setuju terus mencari dananya," tutur Wintarko.
Kesal lantaran hanya diberi janji-janji kosong selama lebih dari satu tahun, Wintarko lantas mencoba menagih kepastian lewat pesan WhatsApp dan mengancam akan membawa kasus ini ke ranah hukum.
Dia malah menantang saya bilang 'silakan saja lapor ke Polres, saya akan ikuti prosedur dari Polres', dari situ lah saya akhirnya melapor,
Wintarko Setiawan, korban penipuan
Beban Utang Ratusan Juta Rupiah
Dampak dari penipuan ini membuat kondisi ekonomi Wintarko makin terhimpit hingga akhirnya memilih melaporkan kasusnya ke polisi.
Kini, Wintarko harus menanggung beban cicilan utang bank yang membengkak hingga ratusan juta rupiah. Dilansir Antara, dia setiap bulan terpaksa memeras keringat demi membayar angsuran rutin Rp 2,1 juta untuk pinjaman yang hasil akhirnya nihil itu.
"Saya kan berarti sudah setahun lebih bayarin. Minjam Rp 70 juta kita mengembalikan tidak segitu, jadi Rp 108 juta," tandasnya. (*)