Kasus Meningkat, Pemkab Sleman Tambah Shelter COVID-19

Selasa, 15 Juni 2021 - Andika Pratama

MerahPutih.com - Pemerintah Kabupaten Sleman meluncurkan Shelter COVID-19 baru yang berada di kampus Universitas Islam Indonesia (UII), Jl. Kaliurang Km. 14,5, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman. Penambahan shelter ini dilakukan guna menampung pasien covid-19 yang jumlahnya meningkat tajam pasca libur Idul Fitri.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo menjelaskan, ide pembentukan shelter ini berawal dari adanya klaster lebaran yang ada di Kapanewon Ngemplak. Maka dari itu kemudian muncul inspirasi untuk membuat shelter yang bertempat di wilayah Kapanewon Ngemplak.

Baca Juga

Varian Baru COVID-19 'Delta' Dari India Sudah Masuk Jakarta, Kudus dan Bangkalan

“Adanya shelter baru ini juga sangat membantu, karena shelter asrama haji sudah terisi 60 persen dan shelter Rusunawa Gemawang sudah penuh," kata Joko di lokasi Senin (14/6)

Lebih lanjut Joko menyebutkan bahwa Dinas Kabupaten Sleman turut mengirimkan tenaga medis di shelter baru tersebut. Tenaga medis tersebut menurutnya talah berpengalaman bertugas di shelter asrama haji dan Rusunawa Gemawang.

Dengan adanya shelter baru di UII ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat yang berasal dari Kabupaten Sleman bagian utara untuk melakukan isolasi.

Peluncuran shelter COVID-19 UII di Sleman, DIY. Foto: Humas Pemkab Sleman
Peluncuran shelter COVID-19 UII di Sleman, DIY. Foto: Humas Pemkab Sleman

Rektor UII, Fathul Wahid menjelaskan Shelter baru tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Sleman, UII dan gerakan kemanusiaan Sambatan Jogja (Sonjo).

Ia melanjutkan nantinya masyarakat yang dirawat di shelter UII tersebut tidak dipungut biaya. Terkait logistik, lanjutnya, akan dipenuhi pihak UII, ditambah dari donatur yang dikoordinir oleh gerakan kemanusiaan Sonjo, dan ada juga berasal dari Pemerintah Kabupaten Sleman.

“Kami juga membuka kesempatan bagi donatur yang mau memberikan bantuan”, ujarnya

Sementara Sekda Sleman, Harda Kiswaya mengatakan Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman akan terus berkoordinasi dengan UII, agar kebutuhan operasional di shelter tersebut dapat terpenuhi.

“Ini contoh yang baik dari UII untuk menekan angka COVID-19 di Kabupaten Sleman”, ujarnya.

Situasi COVID-19 di DIY terdapat penambahan kasus terkonfirmasi Corona di DIY sebanyak 466 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 48.751 kasus.

Penambahan kasus paling banyak diwilayah Kabupaten Sleman sebanyak 220 kasus, diikuti Kabupaten Bantul sebanyak 135 kasus.

Penambahan kasus sembuh sebanyak 225 kasus, sehingga total sembuh menjadi 43.876 Kasus. Sedangkan kasus meninggal sebanyak 8 kasus, sehingga total kasus meninggal menjadi 1275 kasus. (Teresa Ika/Yogyakarta)

Baca Juga

Kasus COVID-19 di Jakarta Melonjak, Dinkes DKI: Dejavu

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan