Kasus COVID-19 di Jakarta Melonjak, Dinkes DKI: Dejavu
Senin, 14 Juni 2021 -
MerahPutih.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengakui jika kasus COVID-19 di ibu kota saat ini mengalami lonjakan yang signifikan seperti awal wabah corona menghantam Indonesia khusunya Jakarta.
Rata-rata, dalam sehari warga yang positif COVID-19 mencapai 2.000 kasus, bahkan pada Minggu (13/6) kemarin sebanyak 2.769 orang.
"Kita seperti kembali ke kondisi kayak Dejavu, kita rasa sudah pernah masuk dalam siklus ini pada tahun lalu, kurang lebih pada periode-periode yang sama," kata kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI, Dwi Oktavia di Jakarta, Senin (14/6).
Baca Juga:
2.669 Pasien Terkonfirmasi COVID-19 Masih Dirawat di RSD Wisma Atlet
Untuk mengatasi peningkatan kasus corona ini, Pemerintah Provinsi DKI meningkatkan kapasitas fasilitas kesehatan di rumah sakit COVID-19 dan tempat penanganan pasien COVID-19.
Tak lupa pemerintah meminta kepada warga agar tidak abai dalam menjalankan protokol (prokes) pencegahan COVID-19. Jika masyarakat abai, ia yakin akan sulit guna memotong mata rantai penyebaran COVID-19.
Masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan seperti mirip gejala COVID-19 untuk bersedia melakukan tes COVID-19 baik PCR maupun swab antigen. Sambil menunggu hasil dipersilahkan untuk isolasi mandiri di rumah.
"Itu salah satu pesan kunci, selain protokol 5M, bahwa pada saat kita mempunyai keluhan kesehatan, maka lakukan tes," jelasnya.
Pemerintah DKI sendiri bakal menggalakan gerakan 3T (testing, tracing, treatment) untuk dapat mendeteksi sejak dini kasus corona dan langsung dilakukan pencegahan. "Dari sisi pemerintah akan terus menjaga konsistensi dari kemampuan testing kita," ungkapnya.
>Baca Juga: >Jumlah Pasien COVID-19 di RS Darurat Wisma Atlet Meningkat Pesat
Sejauh ini, jumlah kasus COVID-19 secara total di Jakarta sampai Minggu (13/6) sebanyak 448.071 kasus. Total orang yang dinyatakan telah sembuh sebanyak 423.056 dengan tingkat kesembuhan 94,4 persen.
Kemudian, total pasien meninggal dunia sebanyak 7.571 orang dengan tingkat kematian 1,7 persen, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,8 persen. (Asp)