MerahPutih.com - Akumulasi kasus positif virus COVID-19 di Indonesia, mencapai 200.035 orang per Selasa (8/9). Dari angka akumulatif tersebut sebanyak 142.958 dinyatakan sembuh dan 8.230 meninggal dunia.
Sementara itu, berdasarkan data yang dikutip dari situs Kemenkes, jumlah suspek per hari ini di Indonesia, ada 90.052, dan jumlah spesimen yang telah diperiksa selama 24 jam terakhir ada 32.643.
Baca Juga
Dinkes DKI Rekrut 1.174 Tenaga Medis, Segini Besaran Insentifnya
Presiden Joko Widodo mengingatkan, virus corona juga bisa menular di rumah yang dihuni sebuah keluarga. Untuk itu, ia meminta masyarakat tetap berhati-hati dan memperhatikan protokol kesehatan saat berada di rumah untuk mencegah meluasnya penularan lewat klaster keluarga.
"Karena di rumah kita sudah merasa aman. Justru di situlah yang kita harus hati-hati," kata Jokowi.
Oleh karena itu, Jokowi juga meminta jajarannya tidak hanya fokus di tempat-tempat umum seperti yang selama ini sudah dilakukan.Ia juga meminta jajarannya mencari solusi untuk menekan penularan COVID-19 lewat klaster keluarga.
"Karena yang selalu kita kejar-kejar adalah tempat-tempat umum, tempat-tempat publik, tetapi kita lupa bahwa sekarang kita harus hati-hati di klaster-klaster yang tadi saya sampaikan, klaster keluarga," kata dia.
Selain klaster keluarga, Jokowi juga mengingatkan soal bahaya klaster perkantoran. Menurut dia, pekerja kantoran umumnya hanya berhati-hati dan menerapkan protokol kesehatan saat perjalanan ke kantor.
Baca Juga
Pelanggar Masker di Probolinggo Dihukum Duduk di Samping Keranda Korban COVID-19
Namun, setibanya di kantor, protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak kerap dilupakan.
"Dalam perjalanan masuk kantor kita juga sudah merasa aman, sehingga kita juga lupa di dalam kantor protokol kesehatan," kata dia. (Knu)