MerahPutih.com - Indonesia telah memasuki tahun politik. Saat ini, tahapan pemilu sudah dimulai. Tahun 2023 agenda atau acara politik diyakini akan kerap terjadi di seluruh Indonesia.
Tahun politik di 2023, akan berdampak positif terhadap perekonomian karena mendorong peredaran uang di tengah masyarakat.
Baca Juga:
Target Partai Demokrat DKI pada Pemilu 2024
"Sepanjang pengalaman melalui pemilu langsung, jelang tahun pemilu, spending akan naik. Karena misalnya spending untuk peralatan kampanye saja sudah berapa," kata Ekonom Senior Chatib Basri dalam Mandiri Sekuritas Market Outlook di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (12/10).
Pada 2023, ia memprediksi politisi akan mulai melakukan perjalanan untuk menggalang dukungan sehingga beberapa sektor seperti transportasi akan diuntungkan.
Di samping itu, kampanye yang dilakukan melalui berbagai acara, dari mulai pagelaran musik dan pembagian pakaian yang biasanya disertai pembagian makanan juga akan mendorong masyarakat melakukan konsumsi.
Namun, belanja untuk kampanye tersebut tidak lantas dapat meredam dampak resesi global terhadap perekonomian nasional karena Indonesia tidak akan mengalami resesi sebagaimana Amerika Serikat dan Eropa.
"Total belanja pemerintah kepada PDB (Produk Domestik Bruto) saja relatif kecil, tapi itu akan membantu transmisi uang terhadap belanja masyarakat dalam negeri," katanya.
Ia memaparkan, meskipun kampanye politik dapat mendorong peredaran uang, tetapi menurutnya masyarakat akan mengalami kekhawatiran terhadap ketidakpastian terhadap kebijakan.
"Kekhawatiran orang pada tahun politik biasanya terhadap kebijakan yang menyebabkan ketidakpastian, apakah akan ada reformasi atau tidak," katanya dikutip Antara. (*)
Baca Juga:
Megawati Bertemu Jokowi di Istana Batu Tulis, Bahas Pemilu hingga Krisis Pangan