MerahPutih.com - Pasangan cawali dan cawawali nomor 01, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa selama sepekan kampanye blusukan online virtual box dengan aplikasi zoom. Blusukan online tersebut dilakukan untuk menghindari adanya kerumunan massa di tengah situasi pandemi COVID-19.
Gaya baru blusukan online tersebut mendapatkan apresiasi sejumlah pihak mulai dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. Bahkan, sejumlah calon kepala daerah lainnya mulai meniru cara Gibran kampanye blusukan online di antaranya adalah cawali dan cawawali petahana Kota Semarang, Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti.
Menanggapi adanya paslon yang meniru inovasi blusukan online, cawali Gibran mengaku senang dan akan terus melakukan blusukan online untuk mematuhi Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020.
Baca Juga
Kutip Trisila dan Ekasila Bung Karno, Teno Ingin Bumikan Gotong Royong Bukan Ubah Pancasila
"Saya langsung memberitahu beliau (Hendrar). Tidak masalah jika mau mencontek kampanye blusulan online di tahapan kampanye," ujar Gibran, Sabtu (3/10).
Gibran mengatakan semakin banyak yang meniru semakin bagus. Artinya, semua calon kepala daerah punya kepedulian untuk menekan angka COVID-19 dan menjaga protokol kesehatan di Pilkada serentak.
"Saya persilahkan jika banyak calon kepala daerah yang mengikuti caranya. Saya juga mempersilahkan jika ada cakada dimodifikasi dan diupgrade blusukan online virtual bok ini," papar dia.
Suami Selvi Ananda ini menegaskan kampanye virtual ini membuktikan bahwa ide kreatif anak muda kota Solo ini bisa menjawab tantangan zaman. Terlebih di tengah situasi pandemi ini calon pemimpin daerah perlu mendengarkan permasalahan masyarakat tanpa harus bertatap muka.
"Jika tidak ada pandemi COVID-19, kampanye tatap muka dan mengumpulkan banyak massa masih diperbolehkan. Sekarang sedang ada pandemi jadi harus kreatif dengan blusukan online," papar dia.
Baca Juga
KPU Ingatkan Kampanye Jangan Sampai Jadi Media Penyebaran COVID-19
Ia menambahkan pihaknya akan menambah lima alat virtual box untuk keperluan kampanye blusukan online di kampung. Untuk saat ini kendala di lapangan hanyalah sinyal yang terkadang tidak stabil di daerah tertentu. (Ismail/Jawa Tengah)