Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Kabar Buruk, Presiden Trump Berniat Batalkan Pertemuan dengan Kim Jong Un

Wisnu Cipto - Selasa, 22 Mei 2018

MerahPutih.com - Kabar buruk datang dari proses perdamaian di Semenanjung Korea. Presiden Amerika Serikat Donald Trump berniat menarik mundur dari pertemuan tingkat tinggi dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang sudah dijadwalkan berlangsung bulan depan.

Reaksi Trump ini sebagai tanggapan atas aksi ancaman Korea Utara pekan lalu. Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence seperti dilaporkan Antara, Selasa (22/5), berkata kepada Fox News bahwa Korea Utara tak pantas mencari konsesi dari AS untuk janji yang tak ingin ditepati oleh negara itu.

donald
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan ibu negara Melania Trump, saat kedatangan warga AS yang ditawan Korut di Joint Base Andrews, Maryland, Amerika Serikat, Kamis (10/5). ANTARA FOTO/REUTERS/Jona

"Merupakan kekeliruan besar bagi Kim Jong Un mengira dia bisa mempermainkan Donald Trump," kata Pence dalam kutipan wawancara dengan Fox.

Ketika ditanya apakah Trump bisa membatalkan pertemuan yang dijadwalkan berlangsung 12 Juni di Singapura nanti, Pence menjawab, "Ya sudah pasti."

Ancaman Korut

Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un saksikan peluncuran rudal (AFP/ANTARA)
Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un saksikan peluncuran rudal (AFP/ANTARA)

Rabu (16/5) pekan lalu, Korut mengancam akan membatalkan pertemuan tingkat tinggi mendatang antara pemimpin Kim Jong-un dengan Presiden Trump jika Washington terus mendesakkan permintaan utama agar Pyongyang secara sepihak menyerahkan simpanan nuklirnya menurut siaran kantor berita pemerintah Korea Utara, KCNA.

"Jika pemerintah Trump memojokkan kami dan secara sepihak menuntut kami menyerahkan senjata nuklir, kami tidak lagi tertarik berunding dan akan mempertimbangkan kembali apakah kami akan menerima pertemuan tingkat tinggi DPRK-AS yang akan datang," kata wakil menteri luar negeri pertama, Kim Kye Gwan, dalam sebuah pernyataan yang disiarkan KCNA dan dikutip AFP.

Mike Pompeo dan Kim Jong Un
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo, dalam foto yang disiarkan Pusat Agensi Berita Korea Utara, Kamis (10/5), di Pyongyang. (ANTARA FOTO/KCNA/via REUTERS)

KCNA juga menyiarkan laporan ke publik mengenai respons pemerintah terhadap latihan militer gabungan Korea Selatan dan AS selama 11 sampai 25 Mei, yang disebut sebagai "persiapan untuk melancarkan serangan udara ke DPRK" dan "provokasi jahat".

Dalam laporannya, KCNA antara lain menyebutkan "Deklarasi Panmunjeom tidak akan diterapkan oleh upaya sepihak dari pihak tunggal, dan hanya akan membuahkan hasil baik ketika kedua pihak menciptakan kondisi dan iklim yang mendukung dengan menggabungkan usaha-usaha mereka".

"AS mesti berpikir dua kali mengenai nasib pertemuan tingkat tinggi DPRK-AS yang sekarang menjadi agenda teratas sebelum melakukan kegiatan militer provokatif terhadap DPRK bersama dengan otoritas Korea Selatan," demikian siaran KCNA. (*)

Baca Juga:

Singapura Dipilih Jadi Tempat Pertemuan Pertama Trump dan Kim Jong Un

Ajak Trump dan Kim Berdamai di Indonesia, Jokowi Wujudkan Amanah Konstitusi

AS Barter Nuklir Korut dengan Pencabutan Status Negara teroris

Baca Artikel Asli