Headline

Singapura Dipilih Jadi Tempat Pertemuan Pertama Trump dan Kim Jong Un

Eddy FloEddy Flo - Jumat, 11 Mei 2018
Singapura Dipilih Jadi Tempat Pertemuan Pertama Trump dan Kim Jong Un

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan ibu negara Melania Trump, saat kedatangan warga AS yang ditawan Korut di Joint Base Andrews, Maryland, Amerika Serikat, Kamis (10/5). ANTARA FOTO/REUTERS/Jona

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Tawaran Presiden Jokowi kepada Donald Trump dan Kim Jong Un untuk menggelar pertemuan di Indonesia tampaknya tidak bisa terwujud. Presiden Donald Trump dan Kim Jong Un lebih memilih Singapura sebagai tempat pertemuan puncak pertama kedua kepala negara tersebut.

Rencananya, pertemuan puncak Donald Trump dan Kim Jong Un akan berlangsung pada tanggal 12 Juni di Singapura. Penentuan waktu dan lokasi pertemuan itu disampaikan Presiden Trump melalui akun twitternya.

"Pertemuan yang sangat ditunggu-tunggu antara Kim Jong Un dan saya sendiri akan dilakukan di Singapura pada 12 Juni. Kami berdua akan berusaha membuat (pertemuan) itu sebagai momen yang sangat spesial bagi Perdamaian Dunia!" tulis Trump di Twitter.

Pada pertemuan tersebut, AS akan membujuk Pyongyang menghentikan program nuklirnya.

Mike Pompeo dan Kim Jong Un
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo, dalam foto yang disiarkan Pusat Agensi Berita Korea Utara, Kamis (10/5), di Pyongyang. (ANTARA FOTO/KCNA/via REUTERS)

Keterangan itu diumumkan Trump hanya beberapa jam setelah tiga warga negara Amerika Serikat yang ditahan di Korea Utara tiba di pangkalan militer AS di luar Washington. Ketiganya dibebaskan oleh Kim sebagai isyarat baik menjelang pertemuan puncak.

Sebagaimana dilansir Antara dari Reuters, saat kedatangan ketiga warga Amerika itu, Trump mengatakan ia percaya bahwa Kim, yang telah memimpin Korea Utara selama tujuh tahun dan diyakini berusia pertengahan 30 tahunan, ingin membawa Korea Utara "ke dunia nyata." "Menurut saya, kita punya kesempatan sangat baik untuk melakukan sesuatu yang sangat berarti," kata Trump.

"Pencapaian saya yang paling membanggakan nantinya adalah, ini adalah bagian dari itu, ketika kita menghapuskan penggunaan senjata nuklir di seluruh semenanjung (Korea, red)." Menteri luar negeri AS yang baru, Mike Pompeo, telah mengunjungi Pyongyang dua kali dalam beberapa minggu terakhir ini, satu kali ketika ia masih menjabat sebagai kepala CIA. Namun, tidak ada tanda-tanda bahwa ia akan menangani pertanyaan utama, yaitu apakah Korea Utara akan bersedia melepaskan program senjata nuklir, yang telah sekian lama dianggap para pemimpin negara itu sebagai aspek yang sangat penting untuk bertahan.

Kim Jong Un dan Xi Jinping
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bertemu dengan Presiden Cina Xi Jinping, di Dallan, Cina dalam foto tanpa tanggal yang disiarkan Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) (ANTARA FOTO/KCNA/via REUTERS/djo)

Trump dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada Rabu berbicara melalui telepon dan Gedung Putih mengatakan kedua pemimpin "menegaskan tujuan bersama agar Korea Utara menghentikan senjata terlarang pemusnah massal dan program peluru kendali balistik" serta tetap teguh untuk bekerja sama dengan Korea Utara.

Kim baru-baru ini berjanji akan menghentikan uji coba nuklir serta menutup lokasi uji coba bom nuklir.

Secara teknis, Korea Utara masih berperang dengan Amerika Serikat dan sekutunya, Korea Selatan, karena Perang Korea 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian.

Pemilihan Singapura sebagai tempat pertemuan Trump-Kim akan memberikan suasana bersahabat bagi Trump karena negara pulau itu merupakan sekutu kuat AS dan Angkatan Laut Amerika kerap berkunjung ke pelabuhan negara itu.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Kemenangan Mahathir Mohamad dan Dampak Bagi Perekonomian Indonesia

#Donald Trump #Kim Jong Un #Korea Utara #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Bagikan