Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Kabar Buruk Buat Pemburu Takjil, Satu Sampel Bolu di Pasar Benhil Terbukti Pakai Bahan Cat Kayu

Angga Yudha Pratama - Jumat, 27 Februari 2026

Merahputih.com - Aroma gorengan gurih dan manisnya kolak menusuk hidung para pemburu takjil di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat.

Di tengah kerumunan warga berburu sajian buka puasa, petugas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jakarta justru sibuk memilah sampel makanan. Sorot mata tajam petugas tertuju pada warna merah mencolok sebuah kue bolu kukus di atas meja pedagang.

Hasil uji laboratorium mendadak mengubah suasana hangat sore itu. Dari total 27 sampel makanan, satu kue bolu kukus terindikasi mengandung pewarna tekstil berbahaya. Temuan ini menjadi peringatan keras bagi warga agar lebih teliti memilih menu berbuka.

Ancaman Kanker di Balik Warna Cantik

BBPOM Jakarta segera menyita kue bolu tersebut guna mencegah jatuhnya korban. Petugas juga memberikan edukasi langsung kepada pedagang mengenai ciri-ciri pangan bebas zat kimia berbahaya seperti rhodamin b dan methanyl yellow.

Penggunaan zat pewarna kain pada makanan sangat berisiko memicu iritasi saluran pencernaan, gangguan fungsi hati, hingga memicu sel kanker dalam jangka panjang.

"Dari total 27 sampel, ada satu kue bolu kukus diduga menggunakan pewarna tekstil," tegas Kepala BBPOM Jakarta, Sofiyani Chandrawati, Kamis (26/2).

Sofiyani memastikan pengawasan pangan akan terus berlangsung selama bulan Ramadhan demi menjamin keamanan warga.

Langkah serupa bakal menyasar berbagai sentra takjil lain guna memutus rantai peredaran bahan berbahaya dalam konsumsi publik.

Perluasan Pengawasan ke Kawasan Kemayoran

Pemerintah Kota Jakarta Pusat mendukung penuh aksi bersih-bersih pangan ini. Selain Benhil, tim gabungan Dinas Kesehatan berencana menelusuri keamanan takjil di kawasan Kemayoran dalam waktu dekat. Meski ditemukan sampel bermasalah, secara keseluruhan kondisi pangan di Benhil relatif terkendali dibandingkan tahun sebelumnya.

Walikota Jakarta Pusat, Arifin, mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada saat bertransaksi kuliner.

"Jajanan pangan takjil di Benhil, Alhamdulillah dalam penilaian aman. Tahu seringkali ada hasilnya mengandung formalin, tetapi di sini negatif," jelas Arifin dikutip Antara.

Data hasil pengawasan tahun 2025 menunjukkan tren positif pada tingkat kepatuhan pedagang. Dari 147 sampel di sentra takjil dan ritel modern, sebanyak 141 sampel atau 95,9 persen telah memenuhi syarat keamanan konsumsi. Hanya segelintir pedagang nakal masih nekat menggunakan bahan tambahan pangan ilegal demi menekan biaya produksi.

Baca Artikel Asli