MerahPutih.com- Isu soal pergantian menteri di kabinet Presiden Joko Widodo menguat setelah DPR meyetujui adanya dua kementerian baru yakni peleburan Kementerian Riset-Teknologi (Kemenristek) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta dibentuknya Kementerian Investasi dalam rapat paripurna yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (9/4).
Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing menegaskan, diperlukan sosok yang tahu betul persoalan di kementerian tersebut. Untuk Menteri Investasi, perlunya sosok yang memiliki relasi luas dan cakap soal diplomasi ekonomi baik itu relasi di luar negeri maupun dalam negeri.
Baca Juga:
Reshuffle Kabinet Diprediksi Rabu Pekan Depan
"Tentu yang akan digenjot adalah negara-negara yang belum menanamkan modalnya yang ada di Indonesia terutama membidik negara-negara jazirah Arab," ucap Emrus kepada wartawan, Rabu (21/4).
Emrus mengatakan, meskipun beberapa negara seperti Jepang dan Amerika sudah terbangun relasinya, bukan tidak mungkin perlu untuk dioptimalkan kembali. Kemudian dalam konteks dalam negeri, dia memandang perlu orang-orang yang tahu betul kebutuhan orang Indonesia. Selain itu, harus menguasai tentang keamanan dan penegakan hukum.
"Juga punya kemampuan untuk mempersuasi orang-orang Indonesia bahwa negara Indonesia yang modalnya ada di luar negeri dan kekayaannya ada di luar negeri dengan membujuk mereka ke Indonesia," terangnya.
Untuk bagian Kemendikbudristek, perlunya sosok yang memiliki jam terbang dalam mengelola pendidikan. Itu sangat penting untuk memajukan pendidikan di Indonesia ke arah yang lebih baik. Menteri yang dipilih adalah menteri yang sudah siap dan matang di bidang manajemen pendidikan matang juga di bidang manajemen kebudayaan riset dan teknologi.
"Kan ada empat bidang itu. Menurut pendapat saya yang duduk di sini adalah orang yang senior di semua bidang itu. Tepatnya, dari profesi dosen. Jadi, bukan dari pribadi yang hanya pernah berhasil dalam suatu bidang usaha bisnis,” katanya.
Selain itu, lanjut Emrus, perlu diangkat seorang kepala Badan Riset Dan Teknologi Nasional (Baristeknas) di bawah Kemendikbudristek.
"Kepala Baristeknas itu menangani secara khusus bidang riset dan teknologi untuk mengejar ketertinggalan negeri ini dari negara negara tetangga dalam jangka pendek," katanya. (Knu)
Baca Juga:
Kata Moeldoko Soal Wacana Reshuffle Kabinet