MerahPutih.com - Presiden RI, Prabowo Subianto, resmi melantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10).
Pelantikan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 106/P Tahun 2026.
Syahganda menggantikan Muhammad Qodari yang kini digeser menjadi Sekretaris Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Baca juga:
Profil Wahyu Hadiningrat, Wakapolri Baru yang Punya Karier Panjang di Polri
Ketika menjalankan tugasnya mengomunikasikan kebijakan strategis pemerintah, Syahganda akan didampingi oleh Fadli Tri Hartono sebagai Wakil Kepala Bakom.
Penunjukan ini menandai babak baru dalam karier Syahganda, yang selama puluhan tahun dikenal publik sebagai aktivis kritis, pengamat kebijakan, dan tokoh pergerakan nasional.
Profil dan Rekam Jejak Syahganda Nainggolan
Syahganda lahir di Medan, Sumatra Utara, pada 27 November 1965 sila. Ia memulai kiprah pergerakannya sejak duduk di bangku kuliah.
Saat menempuh studi di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada akhir dekade 1980-an, ia aktif dalam berbagai demonstrasi mahasiswa melawan rezim Orde Baru.
Akibat aktivitas politiknya yang dinilai radikal oleh pemerintah saat itu, Syahganda sempat ditangkap.
Namun, hal ini tidak menyurutkan langkahnya di dunia pergerakan. Ia pun melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar Doktor (Ph.D) dari Universitas Indonesia (UI).
Lepas dari masa pergerakan mahasiswa, Syahganda mulai berfokus pada analisis kebijakan publik dan pemikiran strategis.
Baca juga:
26 Nama Wantimpres Baru Prabowo dan Tugasnya, Ada Rocky Gerung hingga Quraish Shihab
Ia mendirikan sekaligus memimpin lembaga kajian Sabang Merauke Circle (SMC), yang kerap memberikan kritik serta masukan terhadap kebijakan-kebijakan ekonomi dan sosial pemerintah.
Selain SMC, ia juga aktif sebagai Ketua Dewan Direktur GREAT Institute. Sementara di ranah profesional dan birokrasi, Syahganda juga tercatat pernah dipercaya menduduki jabatan sebagai komisaris di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta aktif di jajaran pengurus Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI).
Nama Syahganda kembali mencuat ke permukaan publik pada 2020, ketika ia bersama sejumlah tokoh nasional seperti Din Syamsuddin dan Gatot Nurmantyo mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).
KAMI memosisikan diri sebagai gerakan moral yang kritis terhadap jalannya pemerintahan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, kala itu.
Baca juga:
Prabowo Lantik 26 Wantimpres: Pratikno Jadi Ketua, Hatta Rajasa Wakil Ketua
Pada Oktober 2020, Syahganda ditangkap oleh kepolisian terkait tuduhan penyebaran berita bohong yang memicu demonstrasi besar menolak omnibus law UU Cipta Kerja.
Atas kasus tersebut, Pengadilan Negeri Depok menjatuhkan vonis 10 bulan penjara. Syahganda dinyatakan bebas murni pada Agustus 2021.
Syahanada Nainggolan Emban Tugas Besar
Kini, di bawah kepemimpinan Presiden RI, Prabowo Subianto, Syahganda menyeberang dari jalur oposisi/kritikus masuk ke dalam lingkaran inti pemerintahan.
Sebagai Kepala Bakom RI yang baru, Syahganda mengemban tugas besar untuk menyelaraskan narasi publik, mengelola diseminasi informasi program-program strategis kabinet, serta menghadapi tantangan komunikasi di era digital yang berbasis algoritma.
Publik kini menantikan bagaimana gaya komunikasi kritis khas Syahganda diimplementasikan untuk menjembatani pesan pemerintah kepada masyarakat. (knu)