Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Jakarta Ecotourism Festival 2026 Ajak Siswa SMKN 33 Belajar Kelola Sampah Berkelanjutan

Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 Juli 2026

MerahPutih.com - Wajah sumringah terpancar dari siswa-siswi SMK Negeri 33 Kelapa Gading, Jakarta Utara, saat mengikuti kegiatan Jakarta Ecotourism Festival 2026 yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta.

Para peserta tampak antusias mengikuti arahan instruktur dalam kegiatan fun games yang berlangsung di Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa (14/7).

Hutan Kota GBK menjadi titik pertama rangkaian kegiatan Jakarta Ecotourism Festival 2026 bersama peserta dari SMKN 33 Jakarta Utara.

Baca juga:

Perbedaan Antara Green Tourism, Ecotourism dan Sustainable Tourism

Sejak awal kegiatan, para peserta telah mengenakan pakaian berwarna putih yang dipadukan dengan topi berwarna senada bertuliskan Jakarta Ecotourism Festival 2026.

Keceriaan terlihat saat para siswa mengikuti berbagai permainan yang dipandu instruktur. Mereka tampak menikmati kegiatan bersama tanpa rasa canggung, meski dalam satu kelompok terdapat peserta laki-laki dan perempuan.

Sepanjang kegiatan fun games, peserta terlihat lepas tertawa dan menikmati suasana. Meski demikian, beberapa peserta sempat menunjukkan ekspresi kecewa ketika mengalami kekalahan dalam permainan.

Jakarta Ecotourism Festival 2026 SMKN 33 Jakarta
Siswa-siswi SMK Negeri 33 Kelapa Gading berpartisipasi dalam Jakarta Ecotourism Festival 2026. (Foto: MerahPutih.com/Asropih)

Setelah kegiatan selesai, seluruh peserta makan siang bersama. Usai makan siang, mereka mendapatkan tugas dari instruktur untuk melakukan operasi semut dengan mengumpulkan sampah di kawasan Hutan Kota GBK.

Sampah yang terkumpul kemudian dibawa ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) 3R Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Siswa Kenali Pengelolaan Sampah di TPS 3R Rawasari

Setibanya di TPS 3R Rawasari, para peserta mendapatkan pengarahan dan penjelasan mengenai fungsi serta proses pengelolaan sampah di fasilitas tersebut.

Petugas Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta Supriatin mengatakan, fasilitas TPS 3R Rawasari mengelola sampah komunal dari tiga kelurahan dengan 30 RW di Kecamatan Cempaka Putih untuk diolah menggunakan teknologi RDF.

TPS 3R Rawasari melakukan proses pemilahan sampah sebelum masuk tahap pencacahan menggunakan mesin. Petugas terlebih dahulu memisahkan jenis sampah yang tidak dapat diolah, seperti kayu, besi, atau bambu.

Jadi sampah-sampahnya itu sebelum dibuang ke Bantargebang, sampah itu dikelola di sini dahulu. Kita kan sudah tahu ya Jakarta darurat, darurat sampah,

Petugas Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Supriatin.

Menurutnya, keberadaan TPS 3R Rawasari menjadi penting bagi Jakarta, terutama setelah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, mulai membatasi sampah yang diterima.

"Pertama 1 Agustus, Bantargebang tidak menerima seluruh sampah. Hanya sampah residu saja. Untuk sampah anorganik, organik B3 dikelola dari sumbernya," ucapnya.

Baca juga:

Pasar Jaya Luncurkan Gerakan GEBER di 146 Pasar, Jadi Solusi Pembatasan Sampah ke Bantargebang

Pelajar Melihat Langsung Mesin Pengolahan Sampah

Setelah mendengarkan penjelasan dari petugas, para siswa-siswi diajak melihat langsung proses pengelolaan sampah di TPS 3R Rawasari.

Mereka dilengkapi dengan sarung tangan plastik dan masker sebelum memasuki area pengolahan. Para peserta kemudian melihat langsung cara kerja mesin pencacah sampah sekaligus mendapatkan penjelasan dari petugas Dinas LH DKI Jakarta.

Melalui kegiatan Jakarta Ecotourism Festival 2026, para pelajar tidak hanya menikmati pengalaman wisata edukatif, tetapi juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan mengelola sampah secara berkelanjutan. (Asp)

Baca Artikel Asli